TEBING TINGGI | ARUSMALAKA.COM

Sejumlah siswa SMP Negeri 1 di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara terlibat duel di dalam ruang kelas atau di lingkungan sekolah sekitar dua pekan lalu.

Insiden brutal bak aksi premanisme ini sempat menjadi tontonan siswa lainnya. Ironisnya lagi, Bukan melerai perkelahian, salah satu siswa malah merekam video perkelahian atau duel ini dan memviral di media sosial, Sabtu (9/4/2022) yang lalu.

Dalam video berdurasi 30 menit yang sempat terekam salah satu siswa di lokasi kejadian terlihat sejumlah siswa SMP Negeri 1 kota Tebing Tinggi berkelahi di dalam ruangan belajar kelas IX, Dalam video terlihat awalnya seorang siswa kelas VIII yang mengenakan pakaian olah raga terlibat perkelahian dengan seorang siswa kelas IX yang memakai baju seragam pramuka.

Karena siswa yang memakai baju seragam pramuka atau kelas IX terdesak, teman-teman lainnya yang juga memakai baju seragam pramuka kemudian ikut serta membantu dan melakukan pengeroyokan terhadap siswa yang memakai pakaian olah raga (kelas VIII).

Doanta Surbakti kepala sekolah SMPN 1 Kota Tebing Tinggi, saat di konfirmasi wartawan, Sabtu (9/4/2022), membenarkan adanya peristiwa tersebut, Namun saat di tanya wartawan terkait kronologis kejadiannya, Doanta Surbakti menolak dan tidak mau memberikan keterangan kronologis kejadiannya.

Sementara itu ditempat terpisah, Rina orang tua siswa yang anaknya mengalami pengeroyokan, saat di temui wartawan di kediamannya dihari yang sama, Menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu 26 Maret 2022, dimana pada saat itu anaknya berinisial T-H yang masi duduk di bangku kelas VIII hendak pulang kerumah usai pulang jam pelajaran.

“Pada saat T-H berdiri di depan sekolah, Tiba-tiba dirinya di panggil oleh kakak kelasnya, dan di ajak kembali masuk keruangan kelas IX tepatnya di lantai 2, Pada saat di dalam ruang belajar di situlah terjadi perkelahian tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ungkap Rina, Atas kejadian tersebut, Pihak sekolah sudah memanggil beberapa orang tua siswa lainnya yang terlibat dalam perkelahian tersebut untuk di lakukan perdamaian.

Akan tetapi sebelum itu, Rina orang tua T-H sudah melaporkan dugaan pengeroyokan atas anaknya ke Polres Tebing Tinggi dan anaknya (T-H) sudah menjalani visum.

” Atas peristiwa tersebut anak saya mengalami luka di bagian bibir dalam dan luka memar di bagian kepala dan wajah,” terang Rina mengakhiri.

(Sugito)