MEDAN | ARUSMALAKA.COM

Mundurnya Prof. Wan Syaifuddin sebagai Kadis Pendidikan membuktikan bahwa pengelolaan Pendidikan di Sumut dalam persoalan yang besar. Diharapkan kedepannya Gubsu harus menunjuk Kepala Dinas baru yang benar-benar memiliki kemampuan dalam mengelola dunia Pendidikan Sumut

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dr. Poaradda Nababan dalam bincang-bincang santai di Chanel Moncongputih TV F-PDI Perjuangan Sumut pada, Rabu (9/2/2022)

“Demi menyelamatkan dunia Pendidikan, Gubsu harus menunjuk Kadis baru yang memiliki kemampuan dan sanggup mengelola birokrasi Pendidikan, dan yang paling penting Gubsu harus memberikan kepercayaan penuh untuk mengelola Pendidikan di Sumut, tanpa interpensi dan memasukkan berbagai kepentingan yang tidak terkait dengan Pendidikan itu sendiri,” ujar Poaradda

Selanjutnya, Anggota DPRD Sumut yang terpilih dari Dapil Labuhan Batu Raya ini juga menyatakan bahwa persoalan yang sangat mendasar dalam dunia Pendidikan justru berada pada lingkungan Dinas Pendidikan itu sendiri

“ASN yang bekerja mengelola Pendidikan di Sumut tidak solid, tidak terkonsolidasi dengan baik, ini yang menjadi persoalan fundamental yang sedang dihadapi dunia Pendidikan Sumut, oleh karena itu untuk menyelamatkan dunia Pendidikan di Sumut maka membangun soliditas dan konsolidasi ASN di Dinas Pendidikan menjadi prioritas,” lanjut Poaradda.

Selaian itu, Poaradda juga menyatakan bahwa Gubsu anggaran Pendidikan di Sumut cukup tinggi, selayaknya dengan anggaran tersebut Sumut harus sudah menjadi rujukan Pendidikan berkualitas di Indonesia.

“Dengan anggaran yang cukup besar tidak ada alasan pendidikan di Sumut kualitasnya rendah, tetapi karena lingkungan pengelolaan Pendidikan yang tidak solid di Sumut akibatnya kualitas Pendidikan menjadi rendah, harapan kita dengan Kadis baru kedepan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar tersebut,” pungkas Poaradda.

(AM-01)