SIDIKALANG | ARUSMALAKA.COM

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Dairi yang memiliki ternak Babi untuk waspada ketat terhadap penyakit hewan menular pada ternak Babi saat ini. Hal tersebut dalam upaya penanggulangan penyakit African Swine Fever (ASF) yang sedang terjadi di beberapa daerah Sumatera Utara yakni Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Kota Medan dan di beberapa Kabupaten lainnya saat ini

Demikian disampaikan Kadis Pertanian Robot Simanullang SAB MAB, melalui Kabid Perikanan dan Peternakan, Drh. Ermawati Berutu bersama Kasi kesehatan hewan, Jhon FR manurung S.Pt, Selasa (6/12/2022) diruang kerjanya. Disampaikannya, himbauan tersebut juga berdasarkan Surat Edaran Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 524/11226/Hanpangnak/XI/2022 tanggal 30 November 2022 Perihal Kewaspadaan Ketat Terhadap Penyakit Hewan Menular Pada Ternak Babi.

“Adapun Penyakit ASF ini adalah berdampak pada ternak babi dan tidak berdampak pada kesehatan manusia. Selain itu, penyakit ASF ini tidak ditularkan ke manusia melalui kontak dengan ternak babi atau konsumsi daging babi dan penyakit pada ternak babi saja dan tidak ada dampak pada hewan lain, Selin itu Virus ASF resisten pada produk yang berasal dari ternak babi,” Ujarnya

Selanjutnya, Ermawati mengatakan untuk Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Dairi menghimbau kepada pemilik ternak Babi yaitu

1. Tidak melakukan aktivitas jual/beli ternak dari/ke luar Kabupaten Dairi.

2. Membersihkan kandang 1 kali sehari,

3. Melakukan penyemprotan desinfektan rutin pada kandang dan sekitaran kandang ternak,

4. Memisahkan ternak sakit dari ternak sehat

5. Mengubur ternak Babi yang mati, tidak dibenarkan membuang ke sungai atau tempat pembuangan sampah agar mengurangi penyebaran penyakit, dan

6. Melaporkan segera jika ada kasus kecurigaan penyakit ASF pada Babi ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi.

Selanjutnya, Ermawati menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa tindakan untuk pencegahan penyakit ASF ini yaitu pihaknya telah melakukan sosialisasi bio security ketat dan juga telah dilakukan pemberian desinfektan kepada pemilik ternak. Selain itu, pihaknya juga melarang supaya ternak dari luar Provinsi Sumut tidak masuk ke Dairi dan jika pun harus, pemilik ternak harus memiliki Surat  Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal hewan.

“Sebenarnya sudah berulang kali kita sampaikan supaya jangan membeli ternak dulu dari luar Sumut dan hingga saat ini kita tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk memasukkan babi dari luar provinsi  Sumut.” Ucapnya.

Namun dikatakannya, walaupun tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk memasukkan babi dari luar provinsi  Sumut pihaknya tetap melakukan beberapa upaya untuk pencegahan ASF ini.

Selanjutnya, Ermawati juga mengatakan Vaksin ASF dan obatnya belum ada di seluruh Indonesia sehingga penyakit ASF sulit untuk dikendalikan. Selain itu, Ermawati juga mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Balai veteriner Regional I Medan untuk turun ke Dairi dan memeriksa Babi yang terkena penyakit ASF

 “Kita sudah coba Komunikasi dan   bekerjasama sehingga masalah ini bisa kita tangani bersama-sama karena beberapa daerah di Dairi penyakit ini sudah mulai masuk,” Ucapnya.

(AM-01)