MEDAN | ARUSMALAKA.COM

Pemerhati budaya Kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Zen Ajrai dicatat Balai Anugerah Literasi Indonesia (BALIN) sebagai pelestari bahasa ibu, dalam hal ini bahasa Melayu Bilah Panai.

Sebelumnya, Muhammad Zen Ajrai dihunjuk pemerintah setempat sebagai maestro dalam program revitalisasi bahasa daerah (RBD) dalam hal ini bahasa Melayu Bilah Panai.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/3/2024) Muhammad Zen Ajrai mengungkapkan, program RBD diarahkan sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian bahasa Melayu Bilah Panai.

Selain itu terangnya, RBD sebagai usaha untuk mempertahankan kearifan budaya Melayu Bilah Panai yang mengandung unsur bahasa Melayu Bilah Panai sebagai perwujudan nyata identitas masyarakat Kabupaten Labuhanbatu.

Muhammad Zen Ajrai menyebut, salah satu alasan utama pentingnya melestarikan bahasa Melayu Bilah Panai adalah untuk melindungi warisan budaya yang merupakan salah satu wujud nyata dari tradisi, sejarah dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Labuhanbatu.

Dalam aksinya, Muhammad Zen Ajrai telah melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pelestarian bahasa Melayu Bilah Panai. Diantaranya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu untuk melatih guru-guru jenjang SD dan SMP dengan mengintegrasikan bahasa Melayu Bilah Panai dalam materi muatan lokal.

Atas kontribusinya itu, BALIN memberikan penghargaan Adisatya Literasi sebagai supremasi superlatif bidang pembangunan literasi Indonesia kepada Muhammad Zen Ajrai. Penyerahan piagam tersebut dilaksanakan di Pusat Kuliner Tradisional Pasar Kamu, Deli Serdang, Minggu (3/3/2024) kemarin.

“Kami mencatat Muhammad Zen Ajrai sebagai pelestari bahasa Bilah Panai, dan kami berikan kepadanya penghargaan Adisatya Literasi,” ucap Senior Manager BALIN, Ardy Lubis yang dihubungi terpisah.

Dilansir dari Wikipedia, bahasa ibu adalah bahasa yang pertama kali dipelajari oleh seseorang sejak kecil secara alamiah dan menjadi dasar sarana komunikasi serta pemahaman terhadap lingkungannya.

Dalam konteks di Indonesia, bahasa ibu diidentikkan dengan bahasa daerah atau bahasa lokal. Selain itu, bahasa ibu juga merupakan bagian dari literasi yang turut mempengaruhi peradaban nusantara.

(A-02)