PAKPAK BHARAT | ARUSMALAKA.COM

Pintu utama Kantor Bupati Pakpak Bharat mendadak riuh. Puluhan orang berpakaian batik dan pakaian khas Korps Adyaksa tampak hadir disana siang itu.

Ada apa lih.? seseorang sempat bertanya.

Ada Pak Kajari tuh, mau ketemu Bupati, sahut temannya.

Usut punya usut rupanya Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Chandra Purnama, SH, MH bersama jajarannya di Kejaksaan Negeri Dairi Datang berkunjung.

Kedatangan orang nomor satu di Korps Adhyaksa Dairi dan pakpak Bharat ini untuk bertemu sekaligus mengajak Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor untuk bersama-sama memerangi tindakan korupsi.

Jadi untuk memperingati puncak peringatan hari anti korupsi sedunia hari ini, kita datang kesini mengajak Bupati Pakpak Bharat, untuk bersama-sama menyatakan komitmen melawan korupsi, jelas Kajari dairi.

Namun padatnya jadwal yang harus dilakoni oleh Franc Bernhard Tumanggor selaku Bupati Pakpak Bharat, membuat Chandra Purnama bersama rombongan harus menunggu selama beberapa jam. Ditemani Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, sosok yang terkenal kalam dan ramah ini duduk disana seraya berbincang ringan dengan Jalan Berutu. Sesekali dia menyapa para pegawai yang kebetulan melintas didekat mereka.

Franc Bernhard Tumanggor yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Tergopoh-gopoh dia menghampiri Kajari yang tersenyum kearahnya.

Ditengah gerimis yang menaungi kompleks Panorama Indah Sindeka siang itu, mereka memasang sticker penolakan korupsi pasa beberapa kendaran dinas yang terparkir di sana.

Persoalan mendasar dalam upaya pembangunan adalah korupsi, banyak kegagalan dalam pembangunan dikarenakan anggaran yang ada dikorupsi. Bukan hanya merugikan Negara, tapi korupsi juga menyebabkan kerusakan perekonomian Negara serta merampas hak-hak rakyat, jelas Kajari Dairi.

Sementara itu Bupati Pakpak Bharat, Fdanc Benrhard Tumanggor mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap korupsi.

Karena korupsi tidak hanya kejahatan yang merusak sendi-sendi kehidupan bernegara, tetapi juga merusak sendi kehidupan global, ucap Bupati.

(AM-01)