TAPANULI SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu, dan Ketua TP. PKK Tapsel, Ny. Rosalina Dolly Pasaribu, mengikuti Zoom Meeting Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 di Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara.

Kick Off atau Pencanganan yang dipusatkan di Kabupaten Langkat dibuka langsung oleh Pj. Gubernur Sumatera Utara ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Sumatera Utara.

Bupati Tapanuli Selatan dan Ketua TP. PKK mengikuti Kick Off secara virtual dari “Posyandu Kueni” Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, pada Senin (10/6), sambil memonitoring intervensi pencegahan stunting di beberapa Posyandu.

Bupati Dolly Pasaribu menegaskan komitmen Tapanuli Selatan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Kami sudah membuktikan penurunan prevalensi stunting di Tapanuli Selatan bahkan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara serta Pak Pj Gubernur Sumatera Utara sudah mengapresiasinya, yang dibuktikan baru-baru ini saya diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan kiat di depan seluruh Kepala Daerah se-Sumatera Utara bagaimana menurunkan prevalensi stunting sehingga bisa mencapai 15.6 persen tahun 2023 dari 39,4 persen pada tahun 2022 ujarnya.

Dolly bertekad pada tahun 2024 target prevalensi stunting Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2024 menjadi 9% melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci keberhasilan upaya ini,” kata Bupati Dolly.

Kegiatan Kick Off atau pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan di Kabupaten Tapanuli Selatan secara virtual dihadiri oleh Kepala BKKBN RI (Dr) dr Hasto Wardoyo, serta Pj. Gubernur Sumatera Utara, Hasto menekankan pentingnya intervensi serentak dan terkoordinasi untuk mencapai target Nasional.

“Intervensi harus dilakukan secara holistik, melibatkan semua sektor baik Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan Infrastruktur. Kami mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh daerah, termasuk Sumatera Utara,” ujar Hasto.

Bupati Dolly melaporkan penurunan prevalensi stunting di Tapanuli Selatan dari 39,4 persen pada 2022 menjadi 15,6 persen pada tahun 2023 berkat Komitmen kami di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan berjalannya berbagai program seperti Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Peningkatan Akses Layanan Kesehatan baik pada Posyandu maupun pada Fasilitas Kesehatan, Kampanye Pendidikan Gizi, serta Pembangunan Sanitasi, Jamban dan Air Bersih.

“Kerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat sangat penting agar anak-anak Tapanuli Selatan dapat tumbuh dan kembang sehat dan kuat,” tambah Bupati Dolly.

Kick Off dan Pencanganan Intervensi serentak yang dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan pada hari ini tgl. 10 Juni 2024 sebanyak 535 Posyandu di seluruh Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kerjasama dalam penanggulangan stunting, dengan target penurunan prevalensi stunting dapat secara signifikan turun pada tahun 2024, serta dapat menciptakan generasi yang lebih Sehat, Cerdas dan Sejahtera di masa depan.

(AM-03)