SUMBUL  | ARUSMALAKA.COM

Tim terpadu  Kabupaten Dairi untuk pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan Lae Pondom dan Hutan Dolok Tolong, Selasa (5/7/2022) melakukan peninjauan lokasi perambahan hutan di kawasan Lae Pondom dan Dolok Tolong.

Tim terpadu yang terdiri dari Pemkab Dairi, Kejaksaan, TNI, Polri, Dinas Kehutanan turun ke lokasi dipimpin oleh Sekretaris tim terpadu Dairi Amper Nainggolan.

Tim terpadu turun berkumpul di Kecamatan Sumbul sejak pukul 9.00 WIB. Lalu tim terpadu bergerak ke lokasi.

Tim terpadu kemudian melakukan penyisiran sejumlah lokasi perambahan hutan. Setidaknya ada 4 titik yang ditinjau. Pertama di perbatasan Dairi dengan Tanah Karo, Simpang Tiga menuju Silahisabungan, Simpang 3 Tanjung Beringin dan Dolok Tolong.

Di lapangan tim terpadu menemukan sejumlah lokasi baru dilakukan perambahan hutan. Kemudian tanaman yang siap segera ditanam dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan.

Aksi selanjutnya, Kepala UPT KPH XV Kabanjahe Sholahuddin Lubis yang juga merupakan anggota tim terpadu mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi diantaranya tali dan pancang kayu digunakan perambahan hutan.

Kemudian tim terpadu melakukan pembongkaran jembatan yang dipergunakan perambah sebagai jalan ke lokasi perambahan hutan. Barang yang sudah dibongkar lalu diamankan.

Sekretaris tim terpadu Amper Nainggolan mewakili Bupati Dairi mengatakan, tim turun untuk melakukan penyisiran sejumlah lokasi yang hutannya sudah dirambah.

Kemudian tim terpadu yang terdiri dari TNI, Porli, Kejaksaan, untuk melaksanakan inventarisasi dan identifikasi kerusakan hutan Lae Pondom dan Hutan Dolok Tolong.

Lalu, tim terpadu turun untuk melakukan patroli  di dalam kawasan hutan Lae Pondom dan Dolok Tolong.

“Tindakan ini kita lakukan sebagai bentuk keprihatinan pemerintah  dengan aksi perambahan hutan di kawasan Lae Pondom dan Hutan Dolok Tolong yang sudah kritis dan mengkhawatirkan makan perlu dilakukan penanganan komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait,” katanya.

Amper juga menjelaskan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai tidak ada lagi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.

Amper pun meminta dukungan dari KPH XV Kabanjahe dan tim lain untuk bersama-sama mengawasi aksi perambahan hutan di Lae Pondom.

“Saya perlu sampaikan hutan Lae Pondom merupakan daerah tangkapan air untuk kecamatan Sumbul dan Danau Toba. Kita tidak ingin Danau Toba kita surut. Untuk tim terpadu akan berupaya untuk menjaga hutan ini,” ujarnya.

Tindakan selanjutnya, tim terpadu akan melakukan inventarisasi lagi titik-titik koordinat mana saja hutan yang sudah dirambah. Kemudian tim terpadu akan kembali melakukan patroli gabungan.

“Ini akan terus kita lakukan. Pak bupati yang kebetulan hari ini tidak bisa ke lapangan karena kegiatan HUT Bhayangkara ke 76, namun pak Bupati Eddy Berutu meminta tim gabungan untuk terus menginventarisir hutan yang sudah dirambah dan sosialisasi stop perambahan hutan digencarkan,” ungkapnya.

(AM-01)