NIAS SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 varian Omicron, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) memimpin rapat secara virtual yang dihadiri Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH.,MH dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Henny Kurniawan Duha, MM dan Kepala Dinas Pendidikan Nurhayati Telaumbanua, S.Pd.,MM, Senin (7/2/2022).

Dalam pengendalian dan mengantisipasi penyebaran Omicron, Gubernur Sumut menyampaikan 10 arahan dan kebijakan kepada kepala daerah se-Sumatera Utara bahwa pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara hybrid (50% daring dan 50% luring), melakukan penelusuran kontak erat (tracing) penemuan kasus aktif Covid-19 di satuan pendidikan, penghentian sementara pembelajaran tatap muka apabila positive rate lebih besar atau sama dengan 5 persen, melakukan swab PCR untuk pendatang dari Jakarta, Jawa dan Bali di bandara, pelabuhan dan terminal bus.

Berikutnya, melaksanakan vaksinasi booster pada lansia dan komorbid, melaksanakan prokes yang ketat dirumah dan tempat ibadah, Jam operasional pusat perbelanjaan/mall dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB, Jam operasional pada rumah makan/restaurant, kafe dibatasi sampai pukul 21.00 WIB, Memastikan isolasi terpusat di Kabupaten/Kota tetap diaktifkan bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 dan Memberikan pelayanan telemedisin kepada pasien terkonfirmasi Covid-19 khususnya di Kota Medan.

“Sekarang 245 kasus dan diperkirakan dua minggu kedepan bila kita tidak berbuat bisa 10.000 kasus, untuk itu saya berharap agar 10 kebijakan ini semua ditaati, dilakukan serta disosialisasikan supaya menghindari lonjakan tersebut”, harap Edy Rahmayadi

Sementara dalam paparan Gubsu bahwa rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kepulauan Nias yakni, RSUD Gunungsitoli.

(Afrianus Wau)