SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Dana Desa (DD) yang dikucurkan sejak tahun 2015 yang lalu sejatinya bertujuan untuk meningkatkan sarana pembangunan infrastruktur disetiap desa, sehingga masyarakat dapat menikmati dan merasakan manfaatnya.

Selaku warga, mereka juga berhak ikut serta melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan amanah Undang-undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa khususnya BAB VI tentang Hak Dan Kewajiban Desa Dan Masyarakat Desa Pasal 68 Huruf C.
 
Disana cukup jelas disebutkan, bahwa “menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat lisan atau tertulis secara bertanggung jawab tentang kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa”.

Sekaitan itu, masyarakat Desa Bingkat Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mempertanyakan terkait kualitas pembangunan jalan rabat beton yang berada di Dusun XI B dengan panjang 225 meter dan biaya Rp. 132.067 250,-.

Dedi Kurniawan selaku masyarakat Desa Bingkat pada Jumat (15/1/2021) mengatakan, bahwa pengerjaan jalan rabat beton tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut dia, pembangunan jalan itu dikerjakan agar cepat selesai dan material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya, seperti tidak adanya batu split (kerikil kecil) dalam campuran semen dan tidak adanya besi sebagai pengikat.

Sementara paparnya, anggaran pembangunan itu cukup besar hingga mencapai ratusan juta rupiah. Dia khawatir dengan kualitas yang seperti itu umur bangunan tidak akan bertahan lama.

Dedi Kurniawan juga mengaku heran kenapa pembangunan jalan itu baru dilaksanakan pada awal tahun 2021. Diduga anggaran itu seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 kemarin.

Dia berharap untuk ke depannya setiap pembangunan yang menggunakan Dana Desa di Desa Bingkat dapat memperhatikan kualitas dan aturan yang ada.

Pada awak media Dedi Kurniawan mengatakan bahwa saat menghubungi Kepala Desa (Kades) Bingkat Rusdi ST melalui Telepon Selulernya (HP) tentang pembangunan tersebut tidak menjawab dan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA) nya juga tidak ada tanggapan.

(Dipa Syahbuana)