PADANGSIDIMPUAN | ARUSMALAKA.COM

Bertanam bawang merah ternyata bisa lebih cepat meningkatkan penghasilan petani di Kota Padangsidimpuan. Jika ditanam pada luasan lahan yang sama dengan padi sawah, hasil panen bawang lebih banyak dan bahkan berlipat ganda.

“Di lahan berukuran 40 x 50 meter saya tanam bawang merah. Dalam waktu 65 hari saya untung Rp30 juta. Kerjanya tidak susah, sehari cukup dua jam saja,” kata Ketua Kelompok Tani Simangornop, Desa Mompang, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Ardianysah Saputra, Minggu (25/4/2021).

Sarjana Pertanian alumni Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel) ini termasuk perintis budidaya bawang merah di Kota Padangsidimpuan. Kebunnya sudah pernah didatangi seorang mahasiswi Fakultas Pertanian dari negara Belanda. 

Ardiansyah merintis budidaya bawang merah sejak 2016 dengan bermodalkan bibit 5 Kilogram. Kemudian ditanam di lahan berukuran 1 x 32 meter yang dibagi menjadi tiga bedengan, hasil panennya mencapai 60 Kg.

Tahun 2017, Dinas Ketahanan Pangan Pemko Padangsidimpuan memberinya bantuan bibit sebanyak 25 Kg. Ditanamnya di lahan 20 x 25 meter dan panennya 300 Kg. Awal tahun 2018, Ardiansyah panen 2 ton bawang merah dari lahan 40 x 50 meter.

“Panennya 2 ton dan saya jual 1,9 ton. Hasilnya Rp39 juta lebih, modal hanya Rp9 juta. Artinya, dalam 65 hari saya untung Rp30 juta. Tidak berapa lama, di lahan 30 x 50 meter yang ada di dekatnya saya panen 1 ton,” katanya.

Ardiansyah masih terus berkebun bawang merah. Kemarin panen 1,5 ton di lahan 30 x 50 meter. Setiap lahan hanya ditanaminya dua kali setahun. Antara panen ke panen, lahan dibiarkan ‘tidur’ dengan tujuan mengistirahatkan tanah.

(Saad Siregar)