ROKAN HILIR | ARUSMALAKA.COM

Masyarakat Kelurahan Cempedak Rahuk mempertanyakan batas wilayah kelurahannya dengan wilayah Kepenghuluan Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Pertanyaan ini dilontarkan masyarakat Cempedak Rahuk, Zulkifli SH MH didampingi oleh beberapa masyarakat setempat lainnya saat ngopi bareng di salah satu kedai kopi di Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Cempedak Rahuk, Jumat (27/3/2021).

Disampaikan Zulkifli, bahwa mereka mempertanyakan keberadaan plang batas yang didirikan secara sepihak oleh orang tidak dikenal di wilayah Kelurahan Cempedak Rahuk tanpa melakukan musyawarah sebelumnya.

“Mestinya ada musyawarah dengan kami masyarakat Cempedak Rahuk tentang perbatasan ini,” katanya.

Terkait hal ini sambungnya, dirinya meminta Pemkab Rohil melalui Tapem untuk melakukan kroscek ke lapangan untuk melihat plang liar tersebut.

“Berharap Tapem Pemda Rohil turunlah kroscek ke lapangan di Kelurahan Cempedak Rahuk, agar nampak plang liar tersebut dan menentukan tapal batas wilayah kami, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” cetusnya.

Senada dengan Zulkifli, warga Kelurahan Cempedak Rahuk lainnya, Roma Yudistira mengungkapkan, bahwa dulu dirinya memiliki sebidang tanah yang berada di depan Yayasan pendidikan Islam Bidayatul Hidayah yang secara administrasi berasal dari Kelurahan induk Banjar XII, namun sekarang sudah wilayah Ujung Tanjung.

“Dulu surat saya tersebut di Banjar XII pada tahun 1996, sekarang sudah Ujung Tanjung,” ungkapnya.

Sementara itu warga yang hadir, Azimar mengatakan, bahwa saat pidato pemekaran tempo hari di Simpang Benar, Bupati Rohil Suyatno menyebut bahwa perbatasan wilayah Kelurahan Cempedak Rahuk sebelah barat adalah Pematang Botam Rimba Melintang.

Di tempat terpisah, Kepala Kelurahan Cempedak Rahuk, Rafli S.Sos yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan, bahwa terkait pemasangan plang tersebut adalah klaim sepihak.

“Klaim sepihak belum ada ketetapan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir,” jawab Rafli singkat.

(Marahot)