ROKAN HILIR | ARUSMALAKA.COM

Tewasnya M Adam, karyawan PT Balam Berlian Sawit (BBS) di kolam limbah milik perusahaan tersebut yang berlokasi di Km 6 Kepenghuluan Bangko Permata Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada Jum’at (28/5/2021) banyak mendapat soroton dari berbagai pihak.

Semula, tewasnya karyawan 19 tahun itu akibat terpeleset di kolam limbah. Namun dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, kematian M Adam banyak menimbulkan kecurigaan. Sejumlah pihak menuding PT BBS dianggap lalai menerapkan keselamatan pekerja di lingkungan perusahaan.

Menanggapi dugaan kelalaian pihak perusahaan tersebut, Dewan Penasehat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau M.Nizar SE angkat bicara.

Nizar mengatakan, bahwa PT BBS harus bertanggung jawab atas tewasnya korban. Sebab, keselamatan para karyawan merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

“Keselamatan nyawa dan kesejahteraan para pekerja itu menjadi hal utama bagi setiap perusahaan, harus sesuai SOP dan juga K3,” jelas Nizar kepada awak media, melalui telepon seluler pribadinya Sabtu (29/5/2021) sore WIB.

Menurutnya, penyebab kecelakaan kerja pada umumnya digolongkan menjadi dua yaitu perilaku pekerja itu sendiri yang tidak memenuhi keselamatan, misalnya mulai dari karena kelengahan, kecerobohan, mengantuk dan kelelahan dan sebagainya. Selanjutnya dalam kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak aman atau unsafety condition seperti lantai licin, pencahayaan yang kurang, silau, mesin yang terbuka, dan sebagainya.

Dia menambahkan, sebagaimana yang tertuang dalam penjelasan Pasal 86 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, semua karyawan mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan keselamatan kerja selama bekerja di lingkungan kerja perusahaan. Begitu juga setiap karyawan dilindungi keselamatannya dalam bekerja guna meningkatkan produktivitas selama bekerja.

“Maka, tak ada pengecualian bagi perusahaan untuk melalaikan perlindungan atas karyawan mereka,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohil, H. Suwandi yang dikonfirmasi awak media melalui selulernya mengatakan, bahwa hari Senin (31/5/2021) pihaknya akan turun ke TKP. “Hasilnya nanti akan disampaikan ya,” kata dia.

Sebelumnya, kejadian meninggalnya korban sesuai rilis Humas Polres Rohil berawal pada hari Jumat 28 Mei 2021 sekira pukul 09.20 Wib saat itu saksi Sahruli dan korban bekerja di kolam limbah nomor 5 untuk menutup pipa saluran yang menuju kolam limbah nomor 6 di areal PKS PT BBS.

Menurut hasil olah TKP yang dilakukan pihak Kepolisian penyebab tewasnya korban dikarenakan terpeleset saat melakukan pengecekan kondisi kolam nomor 6, saat itu korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Kemudian berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas Bangko Jaya yang menangani kasus ini, bahwa tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan ditubuh korban.

(Marahot)