Catatan Ir. H. Soekirman (Ketua TPHD Kloter 7 & Bupati Serdang Bedagai

1. Kampung Indonesia

Sistem zonasi membuat jamaah calon haji (calhaj) asal Indonesia seperti tinggal se-kampung. Kawasan Sysyah yang terletak 4,5 km sebelah timur kota Makkah memiliki banyak hotel yang dijadikan sebagai maktab embarkasi Sumut. Kemanapun pergi selalu jumpa orang Indonesia. Di masjid, bus, dan di kedai-kedai “Toko Indonesia” milik orang Arab, banyak calhaj Indonesia yang sibuk dengan aktivitas belanja.

Seperti pagi ini, usai subuh dipintu depan masjid dijajakan nasi uduk, nasi putih telur sambel, nasi goreng dadar suwir, bakwan, telor ayam rebus, kentang rebus. Harga cukup murah antara Ras 5-8 per pax. Ayoo sarapan!…..murrah…..murrah.

2. Skuter Tawaf/Sai

Di lantai tiga, di sisi timur Masjidil Haram tepatnya di atas posisi bukit Safa-Marwa ada jasa skuter resmi yg dikelola manajemen Masjid. Meskipun diprioritaskan untuk para lansia maupun disabilitas, namun siapa saja boleh menggunakan untuk ibadah tawaf dan sa’i. Caranya kita daftar di bagian reception pada loket bagian pria atau wanita.

Biaya untuk satu orang Ras 100,- atau setara Rp 400.000,- per sekali pakai. Durasi waktu tidak dihitung, terserah kecepatan pemakainya. Kupon dari loket dibawa ke jalur skuter, setelah diajari sebentar pemakai menuju jalur titik hijau, sembari menghadap Ka’bah dan mengucapkan Bismillah… Allahuakbar, lalu melanjutkan tawaf keliling ka’bah 7 putaran, dilanjutkan Sa’i sebanyak 7 kali dari bukit Safa dan Marwa. Sepanjang rute skuter, jamaah tetap membaca doa sesuai yang diajarkan pada saat manasik haji. Alhamdulillah……….ibadah lancar tenaga tidak terlalu terkuras.

3. Clock Tower Museum (Menara Jam)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu ikon kota Makkah saat ini adalah jam raksasa yang terletak diatas Royal Hotel Makkah. Jam raksasa itu memiliki ukuran tinggi 743 m dan mempunyai 4 sisi. Jam ini dapat dilihat dari kejauhan hingga 30 km.

Bagi peziarah yang berada di Bukit Jabbal Rahmah di Arafah, dapat melihat jam penanda posisi Ka’bah di kota Makkah ini. Tidak hanya Royal Hotel yang berada dibawah jam raksasa itu, melainkan ada juga hotel-hotel kelas dunia lainnya seperti Pullman, Raffless dan banyak lagi.

Museum jam raksasa atau clock museum dibuka setiap hari bagi pengunjung dari jam 9.00 hingga jam 22.00 malam. Untuk mengunjungi museum di bagian teratas jam ini dikenakan biaya Ras 150, atau setara Rp 600.000,-.

Untuk sekedar diketahui, menurut guide bahwa jarum jam yang terlihat dari bawah sebagai penunjuk waktu beratnya mencapai 5 ton!

4. Copet di Sekitar Masjid

Untuk para orang tua atau jamaah yang sering berjalan sendirian saat beribadah di sekitar Masjidil Haram, harus berhati-hati. Sudah banyak kejadian ada yang dicopet. Modusnya sangat beragam. Ada perempuan berjilbab berpura-pura minta sedekah, sementara temannya disebelah menggerayangi tas korban. Ada pula yang ketika seseorang mengeluarkan dompet untuk ambil uang tiba-tiba ada yang serobot dan seterusnya melarikan diri.

Terlebih di terminal bus, dengan jutaan manusia berjubel sering kali copet beraksi. Mereka menggunakan silet untuk mengambil barang di tas korban. Ada lagi yang berpura-pura menawarkan jasa tenaga mendorong tawaf dan sa’i, ternyata setelah ambil uang tidak muncul lagi.

Oleh karena itu para jamaah sebaiknya tidak jalan sendirian memasuki Masjidil Haram terutama yang sudah sepuh atau lansia.

Heran ya? Di tempat suci Baitullah, kog ada orang jahat. Tidak perlu heran dan terkesima, riwayat pada zaman Rasulullah disitu sudah ada orang bernama Abu Lahab dan Abu Jahal. Semoga para jamaah terhindar dari hal-hal yang menyusahkan. Amin.

Demikian serba serbi kota Makkah hari ini. Suasana masjid Haram semakin padat manusia, dan suhu diluar ruangan pagi ini masih kondusif 32 derjad C, pada jam 14.00 was di Arafah diperkirakan suhu mencapai 42 derjad C.

*Makkah Al-Mukarromah, Kamis 1 Agustus 2019)