Laporan Ketua TPHD Kloter 7 Ir. H. Soekirman dari Arab Saudi

PADANG ARAFAH | ARUSMALAKA.COM

Alhamdulillah sebelum tengah hari Waktu Arab Saudi (WAS) seluruh jamaah calon haji (calhaj) Kloter 7 MES yang berasal dari Serdang Bedagai (Sergai), Tebing Tinggi, dan Nias) telah masuk ke pemondokan di Padang Arafah dalam kondisi sehat. Berkat kerjasama tim yg dikoordinasi oleh ketua Kloter Husin Syarif, TPIHI Sarifuddin Daulay dan seluruh Karom dan Karu jamaah.

Seluruh jamaah tidak mengalami masalah baik ketika sarapan pagi di maktab, kenderaan bus dan tempat wukuf. Ini bukti gotong royong yg dimiliki bangsa Indonesia berlaku dalam mengangkat beban apapun dan dimanapun.

Demikian disampaikan Ketua TPHD Kloter 7 MES Ir. H. Soekirman melalui pesan whatsapp kepada arusmalaka.com, Jum’at malam (9/8/2019).

Jamaah “Risti” Didahulukan

Selain itu Bupati Sergai itu menyampaikan bahwa sehari sebelum keberangkatan ke Arafah sudah disepakati bahwa jamaah risti (resiko tinggi) akan didahulukan keberangkatannya. Pagi sejak jam 8.00 WAS orang lanjut usia (lansia) diatas kursi roda sudah diturunkan ke lobby hotel. Dengan demikian mereka terhindar dari desak-desakan dengan jamaah lainnya.

Tim kesehatan TKHI adalah orang yang paling sibuk mengontrol kondisi jamaah lansia sebagai bentuk antisipasi, sebab mereka memiliki rekaman kesehatan masing-masing jamaah.

Setelah bus berisi lansia risti di isi full dan kursi roda serta jamaah yang masih bisa dimuat baru diberangkatkan pertama. Setelah itu menyusul karom 1 hingga 9 selesai dan menempati maktab 6 Medan.

Sholat Berjamaah

Meskipun hari jumat namun dalam kondisi musafir, seluruh jamaah melaksanakan zuhur dan ashar di jamak qosor. Azan dikumandangkan Zul Lubis, jamaah asal Sipispis, dan iqomah oleh Ketua TPHD Soekirman, serta yang bertindak sebagai imam adalah Ustadz Sulaiman jamaah asal Perbaungan.

Betapa khusuknya sholat di Arafah tengah hari itu, tak sedikit jamaah yang menangis sesenggukan ingat akan kurangnya amal ibadah selama hidup.

Usai doa dan zikir, panitia daker Makkah dari sektor 1 telah menyiapkan makan siang, minuman, dan buah. Selesai santap siang, seluruh jamaah istrahat sejenak dalam ruangan.

Perlengkapan Oke

Secara umum urusan “buang hajat” seperti WC, air wudhu, persediaan air minum dan ruang publik tersedia dengan baik. Air kemasan dalam lemari pendingin tersedia di semua gang, dan bebas diambil kapan saja para jamaah mau. Bagi yang bosan dalam barak tersedia bangku untuk makan angin sambil berzikir. Amat disayangkan masih banyak jamaah termasuk yang lansia lebih suka merokok padahal udara relatif panas.

Dapur Umum

Ketua TPHD berkesempatan keliling komplek barak dan bersilaturahmi dengan jamaah calhaj Kloter Riau, Kalimantan Barat, dan daerah lainnya. Melihat bentuk pondokan yang ada mirip seperti jambore Pramuka karena sistem zonasi membuat kita selalu bertemu dengan jamaah asal daerah lain dari Indonesia.

Salah satu yang dikunjungi adalah dapur umum tempat memasak nasi. Alangkah kagetnya bahwa beras Thailand yang dimasak menggunakan energi kayu bakar.Hal yang demikian itu menyebabkan aroma nasi liwetnya wangi dan rasanya pulen.

Petugas pemasak nasi juga berasal dari Thailand, seperti Patani dan Naratiwat. Ada 10 dandang raksasa dan beras merk Aloha. 1 dandang berisi 45 kg. Jarak dapur dengan pondok sekitar 50 m saja. Malam ini akan di isi dengan sholat jamaah dan tausyiah dari karom dan TPIHI.

Demikian laporan hari ini. Terimakasih, Soekirman.