TAPANULI  SELATAN  |  ARUSMALAKA.COM

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu SPt, MM yang diwakili Sekda, Drs Parulian Nasution, MM, minta Dharma Wanita Persatuan (DWP) agar kedepankan pendidikan anak-anak pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, sudah banyak anak PNS yang gagal memprogram pendidikannya, mungkin akibat kesibukan orangtuanya sehingga cenderung kurang perhatian hingga berujung ke kenakalan remaja.

“Program pendidikan bagi DWP merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar, karena majunya suatu daerah, ditentukan oleh pesatnya pendidikan,” ungkap Sekda saat menghadiri pengukuhan pengurus DWP OPD se-Kabupaten Tapsel masa bhakti 2019-2024 secara virtual, di Aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati Tapsel, Senin (26/7).

Sekda berpesan ke pengurus DWP Tapsel, agar perencanaan pendidikan anak-anak ke depan harus menjadi perhatian utama. Sebab, pendidikan terus berkembang, apalagi kini proses belajar mengajar terancam akibat pandemi Covid-19. Walau demikian, Sekda memotivasi pengurus DWP agar jangan surutkan semangat anak-anak untuk belajar.

“Karena belajar tidak harus tatap muka. Konsep digitalisasi itu menjadi sebuah jawaban,” terang Sekda.

Setelah mendapat pendidikan mumpuni, diharapkan anak-anak terhindar dari segala bentuk kenakalan remaja. Sebab menurut Sekda, untuk sukses tidak cukup bermodal pintar. Apabila emosi anak tidak terkendali, maka hal itu cenderung mengantarkannya ke jurang kegagalan. Anak-anak juga harus dirawat dengan baik begitu juga dengan sekolahnya, supaya masa depannya bisa lebih sukses.

“Kemudian, tumbuhkan ekonomi keluarga menjadi ekonomi yang betul-betul bisa menopang perencanaan keluarga. Bantu suami masing-masing dengan penuh keikhlasan dan kesyukuran sehingga pengabdian terbaiknya akan muncul dan etos kerjanya makin cerah serta idealismenya semakin tinggi,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekda mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan itu. Kiranya, pengukuhan itu tak hanya sekedar bersifat seremonial. Namun, lebih jauh harapannya adalah DWP Tapsel bisa jadi wadah yang betul-betul dapat melaksanakan hymne dan mars Dharma Wanita. Sekda sempat berkisah bahwa, Dharma Wanita dibentuk pada tahun 1974 atas dasar pemikiran Ibu Tien Soeharto.

Pembentukan DWP dianggap penting karena wanita merupakan tiang negara, jantung keluarga, dan lambang keteduhan, kesejukan serta keindahan sehingga dengan peran maupun partisipasi wanita mampu mendorong pembangunan di NKRI. Pada tahun 1999 dikepemimpinan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gusdur), Dharma Wanita berubah nama jadi DWP karena saat itu kabinetnya bernama “Persatuan Nasional”.

Sementara Penasehat DWP Kabupaten Tapsel, Ny Rosalina Dolly Pasaribu, mengatakan, Dharma Wanita adalah wadah persatuan istri PNS yang harus mendukung tugas suami untuk lebih baik kinerjanya. Prestasi, kinerja, dan produktivitas suami sebagai PNS sangat dipengaruhi kondisi rumah tangga.

Selain itu, DWP harus menjaga integritas suami sebagai PNS. Jangan sampai, integritas, etika, dan perilaku suami sebagai PNS luntur, karena pengaruh istri. Dharma Wanita Persatuan diharap jadi penyambung lidah atas keluhan masyarakat. Sepanjang keluhannya bisa dipertanggungjawabkan, hal itu dapat menjadi bahan perbaikan guna penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“DWP juga harus berperan aktif dalam melaksanakan tugas-tugas sosial. Sebab, DWP memiliki peran untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang tidak hanya ditujukan bagi pegawai dan masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai istri abdi negara dan masyarakat, anggota DWP harus berperan aktif dalam menyukseskan program maupun kebijakan pemerintah. Maka, dirinya berharap, DWP dapat menjadi organisasi modern yang mampu memberikan manfaat luas bagi seluruh anggota serta dapat mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Sedangkan Ketua DWP Kabupaten Tapsel Ny Mardiani Parulian Nasution yang telah mengukuhkan para pengurus, menyampaikan, ucapan terima kasih ke Bupati dan Penasehat DWP atas dukungannya dalam menyelaraskan visi misi organisasi dengan visi misi Pemkab Tapsel. Dia juga berharap, DWP Tapsel semakin solid, agar dapat melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan.

Selanjutnya dia juga ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi ke segenap ketua dan pengurus DWP OPD se-Kab Tapsel pada periode sebelumnya. Karena hari ini sebanyak 46 OPD se-Kabupaten Tapsel, baik dari badan, dinas, kecamatan, dan rumah sakit daerah telah dikukuhkan kepengurusannya.

Dia juga minta agar Dharma Wanita selalu mendukung tugas suami dalam berkarya dan sekaligus memainkan peran sebagai mitra dalam menyukseskan program-program pemerintah. Kemudian, dia mengajak agar DWP Kabupaten Tapsel menjadi bahagian garda terdepan untuk melawan penyebaran Covid-19.

“Saya selaku Ketua DWP Tapsel berharap ke seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dapat bekerja dan melaksanakan kegiatan organisasi dengan baik, makin solid, serta saling berintegritas dalam berorganisasi, demi mendukung kinerja suami untuk mewujudkan visi misi Pemkab Tapsel,” pungkasnya.

 (Saad Siregar)