MEDAN | ARUSMALAKA.COM

Seperti yang diketahui, pernikahan merupakan sebuah perjanjian ikatan atau perjanjian yang dilaksanakan oleh dua orang.

Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani.

Beberapa waktu lalu sempat menghebohkan seorang ibu yang nekat menikahi putra kandungnya.

Nah, berbeda dengan kisah yang satu ini. Di sebuah desa terpencil dan miskin seorang wanita menikahi 5 suami secara bersamaan.

Tak hanya itu saja, Rajo Verma (28) yang tinggal di dekat kota Dehradun, negara bagian Uttarakhand, India ini terbongkar sosok suami yang dinikahinya.

Siapa sangka, 5 suami yang dinikahi secara bersamaan tersebut merupakan saudara kandungnya sendiri.

Rajo bersama 5 suaminya adalah bersaudara, mereka tinggal di satu rumah yang sama, dan tidur dalam satu ranjang yang sama.

Jadi ketika dia pertama kali melahirkan bayinya tidak tahu sama sekali siapa ayah dari bayinya.

Mungkin terdengar bertentangan dengan norma sosial, namun itu adalah tradisi yang panjang di desa itu.

Melansir dari salah satu situs media, ketika seorang wanita menikahi pria tertentu, dia juga harus menikahi saudara laki-laki sebagai suaminya.

“Awalnya saya agak canggung, tapi sekarang saya sudah biasa, saya menganggap saudara suami saya tak lebih dari suami saya,” kata Rajo.

Pada 2009, Rajo menikah dengan suami pertamanya, Guddu, dalam pernikahan Hindu menurut adat setempat.

Namun Rajo juga harus menikahi empat saudara Guddu, mereka adalah Baiju (32), Sant Ram (28), Gopal (26) dan Dinesh (19).

Meskipun harus berbagi istri dengan saudaranya, Guddu tidak cemburu, dan mengatakan kisah rumah tangganya.

“Kami semua berhubungan intim dengannya, tetapi saya tidak merasa cemburu karena kami adalah keluarga bahagia,” katanya.

Rajo mengatakan sepenuhnya dia menerima 5 suaminya karena sebelum itu, ibunya juga menikahi 3 pria yang semuanya juga bersaudara.

Mereka bergiliran berhubungan intim satu sama lain setiap malam dalam satu tempat tidur.

Semua orang di rumah itu tidur dalam satu selimut terbentang di lantai.

“Saya mendapatkan lebih banyak perhatian, dan cinta daripada kebanyakan wanita lain di dunia,” kata Rajo membagikan kisahnya dengan bangga.

Pada masa lalu tradisi poliandri sangat luas di India, kemudian seiring perkembangan masyarakat, tradisi ini mulai terkikis.

Namun, tradisi ini masih muncul di beberapa daerah terpencil, etnis minoritas, atau desa miskin.

Seorang wanita biasanya mengambil lebih dari satu suami, dan pria yang dominan di mayarakat.

Dia juga akan menikahi saudara laki-lakinya untuk menjaga tanah keluarga, supaya tidak terbagi ke siapapun.

Para Antropolog percaya bahwa kebiasaan ini berasal dari epos Mahabharatha di India Sansekerta yang terkenal.

Di dalamnya ada Putri Draupadi, putri Raja Pancha yang menikah pada saat yang sama dengan 5 saudara kandung, untuk melestarikan tanah keluarganya.

Saat ini komunitas masyarakat yang melakukan poliandri masih banyak ditemukan di daerah dekat Himalaya atau beberapa bagian di pegunungan Tibet.

Bagi mereka poliandri tidak hanya membantu melestarikan tanah, tetapi solusi bagi pria yang kesulitan menemukan istri.

Saat bayinya lahir mereka tidak bisa mengetahui siapa ayahnya, hampir tidak ada tes DNA untuk menentukan hubungan darah.

Namun, beberapa tahun terakhir bebera orang mulai melakukan tes DNA untuk menyelesaikan perselisihan dan warisan.

(A-01)