LABUHANBATU | ARUSMALAKA.COM

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan upaya pemerintah mengembangkan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan melakukan penggantian tanaman tua dengan tanaman yang baru atau replanting.

Di Kabupaten Labuhanbatu, terdapat sekitar 229 hektar lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat yang telah menerima suntikan dana sejalan program PSR. Kini, petani mulai bergeliat melakukan tahapan pergantian tanaman melalui perusahaan yang dihunjuk petani atau biasa disebut ‘bapak angkat’.

Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian Labuhanbatu, Juniston Lubis ditemui diruangkerjanya, Rabu (24/6/2020) mengatakan, jumlah tersebut sesuai dengan usulan tiga kelompok tani tahun 2019 lalu.

Menurutnya, tahun lalu ada tiga Kelompok Tani (Koptan) yang mengusul, seperti Koptan Restorasi Anak Bangsa Kecamatan Pangkatan menerima bantuan dana untuk tanaman ulang seluas sekitar 77,45 hektar, gabungan Koptan Mekar Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu terealisasi 77,45 dan Koptan Citra Telaga Suka, Kecamatan Panai Tengah seluas 75,08 hektar.

Dijelaskan Juniston Lubis, para petani menerima suntikan dana dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp25.000.000 setiap hektarnya yaang akan digunakan sejak penumbangan hingga produksi awal.

“Dana itu sudah masuk ke rekening masing-masing koptan, sesuai luasan yang terealisasi,” terangnya.

Pihaknya, sambung Kasi Tanaman Perkebunan, Distan Labuhanbatu itu, selalu memberikan masukan kepada warga pemilik perkebunan kelapa sawit akan pentingnya program PSR untuk diikuti dan dikembangkan. Sebab, belum dipastikan apakah program tersebut akan terus berkelanjutan dan sebaiknya jangan disia-siakan.

Sementara, seorang peserta program PSR tergabung di Koptan Restorasi Anak Bangsa Kecamatan Pangkatan, Ilham Maulana menerangkan, mereka telah melaksanakan inventarisasi tanaman kelapa sawit yang akan dilakukan replanting.

“Uangnya sudah masuk ke rekening, tinggal melaksanakan tahapan sesuai ketentuan. Beberapa waktu lalu mendata jumlah pohon dan segala kebutuhan lainnya,” ujarnya.

(JRM)