LABUHANBATU | ARUSMALAKA.COM

Kepolisian Resort (Polres) Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 45 Kg dari jaringan pengedar Narkoba Provinsi Aceh dan Riau. 

Hal ini diungkapkan Kapolres Labuhanbatu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Kurniawan, dalam konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu yang dilaksanakan di aula serba guna Mapolres setempat di Rantauprapat, Selasa (10/8/2021). 

Dipaparkan AKBP Deni Kurniawan, kronologis penangkapan berawal pada Selasa malam (27/7/2021) lalu, sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu, Kapolsekta Kotapinang, AKP Bambang G Hutabarat, mendapat informasi tentang adanya dua unit mobil pribadi yang akan melintas melewati wilayah hukumnya, diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu.

Menindak-lanjuti informasi tersebut, AKP Bambang G Hutabarat bersama anggotanya pun segera bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian. 

Kemudian, pada Rabu dinihari (28/7/2021), sekira pukul 01.30 WIB, personil Polsekta Kotapinang, yang sedang bertugas melaksanakan razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pos Penyekatan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), melihat dua unit mobil yang berhenti di pinggir jalan, karena mengalami ‘kerusakan’. 

Petugas mendatangi kedua mobil yang berhenti tersebut, yaitu Toyota Kijang Inova BK 1454 HE dan Honda Brio BK 1261 EP. 

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan 20 bungkusan narkotika jenis sabu yang dibalut lakban warna kuning di bawah jok belakang dan 10 bungkusan di dalam ban serap mobil Toyota Kijang Inova BK 1454 HE.  

Dari penggeledahan yang dilakukan pada mobil Honda Brio BK 1261 EP, ditemukan pula sebuah goni plastik berisi 15 bungkusan dibalut lakban kuning di bagasi belakang.

Mendapati temuan barang bukti narkotika jenis sabu itu, Kapolsekta Kotapinang, AKP Bambang G Hutabarat, langsung menghubungi Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, untuk melaporkan hal tersebut guna proses tindak lanjut.

Menanggapi laporan dari Kapolsekta Kotapinang itu, AKBP Deni Kurniawan memerintahkan Kasat Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu, beserta anggotanya untuk membantu Polsekta Kota Pinang dalam pengembangan kasus.

“Pada Rabu (28/7/2021), sekira pukul 09.00 WIB, kedua unit mobil dibawa ke bengkel Agung Auto Service di Rantauprapat untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pembongkaran di dalam mobil, namun tidak ditemukan Narkoba,” ujar Deni. 

Selanjutnya AKP Martualesi Sitepu melaporkan pengungkapan kasus Narkoba tersebut kepada Direktur Reserse Narkoba (Dir Res Narkoba) Polda Sumut, Kombes Pol C Wisnu Adji P, yang kemudian memberikan arahan untuk berkoordinasi dengan Tim PoIda Sumut. 

“Tersangka yang kita amankan berinisial R bersama dua rekannya J dan SR, menerangkan kepada petugas bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah benar milik mereka yang rencananya akan diantar ke Pekanbaru, Provinsi Riau. Barang haram tersebut mereka peroleh dari seorang laki-laki warga Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berinisial D (30). Untuk mengantarkan narkotika jenis sabu itu sampai ke Pekanbaru, para tersangka ini dijanjikan akan menerima upah sebesar Rp 15.000.000,00 per bungkus,” kata AKBP Deni Kurniawan. 

“Jika dikalkulasikan, upah antar untuk 45 bungkus narkotika jenis sabu adalah sebesar Rp 675.000.000,00 dan dibagi untuk 4 orang, sehingga masing-masing akan menerima upah sebesar Rp 168.750.000,00,” tambah Kapolres Labuhanbatu itu.

Tersangka berinisial D, kata Deni, telah mentransfer uang sebesar Rp 10.000.000,00 ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), atas nama ARD (tersangka lainnya yang ikut dalam rombongan, namun saat diamankan ARD sedang mencari montir dan berhasil melarikan diri). 

“Barang-bukti narkotika jenis sabu-sabu yang akan kita musnahkan hari ini sebanyak 45 bungkus besar atau seberat 43.560 gram, yang merupakan hasil penyisihan dari penyitaan barang-bukti dalam pengungkapan jaringan peredaran narkotika antar provinsi (Aceh – Sumut dan Riau), yang berhasil diungkap Polsekta Kota Pinang bersama Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Labusel, H Edimin, yang turut hadir dalam konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika tersebut, mengapresiasi kinerja Polres Labuhanbatu yang dipimpin AKBP Deni Kurniawan, atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. 

“Kita patut mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam hal pengungkapan jaringan sindikat pengedar Narkoba terbesar yang kedua di jajaran Polres Labuhanbatu. Kami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labusel, siap mendukung program pemutusan mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di wilayah Kabupaten Labusel,” kata H Edimin. 

Konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Labuhanbatu, Ir H Muhammad Yusuf Siagian, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), H Syamsul Tandjung, Dandim 0209/LB, Letkol Inf Asrul Kurniawan, Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan, dan Wakil Ketua DPRD Labura, Ir Yusrial Suprianto Pasaribu.

Kemudian, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Delta Tamtama SH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labusel, M Alinafiah Saragih, Kepala Bidang (Kabid) Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut yang diwakili Iptu R Fani, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labura, Suheri Situmorang, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Anti Narkotika (Granat) Labuhanbatu, Khairul Fahmi Lubis, Ketua DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Labusel, Khairul Akmal, dan sejumlah pemuka masyarakat serta pemuka agama. 

(Dhedi Bas)