TAPANULI  SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Penimbangan ketiga kalinya mencapai 212 kilogram sampah bertransformasi menjadi tabungan Bank Sarop (Sampah) dan penimbangan tersebut kembali dilaksanakan di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (3/8/2021) pagi. Kegiatan itu juga dirangkai dengan gotong royong guna menata desa menuju desa wisata agro.

Bupati Tapsel, H Dolly Pasaribu, SPt MM, menjelaskan, antusiasme masyarakat dalam mengumpulkan dan menimbang sampah di Bank Sarop masih sangat tinggi. Sebelumnya, di Desa Huta Ginjang hanya beberapa lingkungan saja yang melakukan pengumpulan sampah untuk ditimbang di Bank Sarop.

“Namun kini, pengumpulan sampah telah diadopsi di kampung-kampung lain di Desa Hutaginjang,” kata Bupati.

“Rata-rata”, sambung Bupati, hampir setiap lingkungan di Desa Huta Ginjang yang telah mengumpulkan sampah untuk ditabung di Bank Sarop. Guna memastikan agar masyarakat tetap semangat untuk mengumpulkan sampah, Pemkab Tapsel bersama PT Arta Jaya dan Tapsel Sarop Foundation, terus memotivasi masyarakat bahwa Sarop bisa diubah jadi penghasilan tambahan.

Sempat terjadi perdebatan antara dua orang ibu. Yang merasa sampahnya tertukar dikala penimbangan. Ketika. sudah semakin sengit, Dolly pun berseloroh kepada mereka berdua, “Oalah..Umak-Umak ini, gara-gara sampah pun bisa ribut.” Akhirnya suasana pun kembali ceria dan kedua ibu tadi ikut tertawa.

Dolly menilai kejadian tersebut, karena masyarakat sudah merasa sampah yang mereka kumpulkan ada nilai dan berharga, sehingga mereka akan mempertahankan dan merasa sayang kalau ada yang terbuang.

Selain ke media massa, pihaknya juga aktif menyosialisasikan program Bank Sarop itu ke media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Dolly sering memotivasi agar desa dan kecamatan lain juga bisa melakukan hal yang sama. Diharap, dengan adanya sosialisasi yang berkelanjutan, maka masyarakat menjadi tertarik untuk mengadakan program Bank Sarop di desa masing-masing. Selain itu, Bupati berharap setiap pekannya program Bank Sarop akan memiliki kemajuan.

“Seperti hari ini, kita mengadakan gotong royong di sekitar bahu jalan. Kemudian nanti di areal bahu jalan itu akan ditanam, tanaman buah dan sayuran,” tambahnya.

Kemudian, kaum ibu di Desa Huta Ginjang juga sudah mulai mengampanyekan hidup bersih dengan menukar sampah menjadi tabungan. Pada penimbangan sampah itu pihak lain seperti, Kecamatan Angkola Selatan, Marancar, maupun OPD Pemkab Tapsel, juga turut melakukan aksi gotong royong.

Sementara, Perwakilan PT Arta Jaya dan Tapsel Sarop Foundation, Amri Yasin Nasution, menyebut, pada penimbangan sampah kali ini, Desa Huta Ginjang sukses menimbang setidaknya 212 Kg sampah senilai Rp900 ribu. Dia menuturkan, bagi desa lain yang ingin di desanya diadakan program Bank Sarop, bisa buat kelompok terlebih dahulu.

“Kemudian kelompok itu mengeluarkan surat keputusan (SK) dari kepala desa masing-masing. Lalu, SK itu bisa diserahkan ke Tapsel Sarop Foundation atau ke Dinas Lingkungan Hidup Tapsel. Setelah itu, kita akan dampingi untuk menentukan akses pasarnya,” terangnya.

Turut mendampingi Bupati, Kadis PUPR Chairul Rizal Lubis, Kadis Pertanian Bismark Maratua Siregar, Kadis Lingkungan Hidup Sahrir Siregar, Camat Angkola Timur Ricky Hadamean Siregar, Kades Huta Ginjang dan masyarakat setempat.

(Saad Siregar)