TAPANULI SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Paisal Siregar, S.Sos turut bangga atas dilantiknya H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pt. MM sebagai Bupati Tapsel untuk periode 2021-2024.

Tepatnya hari ini Jum’at, (26/2/2021) pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapsel yakni H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pt, MM dan Rasyid Assaf Dongoran, M.Si sah dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di aula Tengku Rizal Nurdin komplek rumah dinas Gubernur.

Pelantikan tersebut terdiri atas dua sesi yakni sesi pertama dimulai sekitar pukul 09.00 WIB pagi dengan kepala daerah yang dilantik sebanyak enam daerah meliputi Medan, Binjai, Tanjung Balai, Asahan, Humbang Hasundutan, Serdang Bedagai. Kemudian sesi kedua pukul 14.00 WIB meliputi Sibolga, Pakpak Barat, Labuhanbatu Utara, Toba dan Tapsel.

Paisal optimis bahwa Bupati Tapsel yang baru dilantik mampu dan mau serius dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba di wilayah Tapsel, khususnya menyasar para generasi muda yang dinilai banyak kehilangan arah hingga terjerumus memakai narkoba.

Menurutnya, Bupati Tapsel yang baru dianggap sebagai sosok yang mewakili kaum millenial. Ide gagasannya pastilah memikirkan anak muda, pasalnya pembangunan itu harus sesuai dengan zamannya dan tergantung siapa yang memimpin.

“PANNA Tapsel akan mendukung kinerja Bupati Tapsel yang baru, kita akan berkontribusi dan memberikan pemikiran khususnya dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba di wilayah Tapsel”, tandasnya.

Selama ini para organisasi penggiat anti narkoba hanya berjalan sendiri-sendiri, tanpa terakomodir. Adanya Badan Narkotika Nasional (BNN) Tapsel dianggap belum bisa merangkul organisasi penggiat anti narkoba, kiranya dibawah kepemimpinan Dolly Pasaribu dan Rasyid Dongoran dapat memperhatikan hal ini.

“PANNA Tapsel hanya berfokus permasalahan narkoba, dan seluruh organisasi penggiat anti narkoba juga demikian. Artinya, pemerintah harus membuka diri bagaimana permasalahan tersebut dapat dicarikan formula sehingga dapat bersama-sama dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba,” cetusnya.

Kata Paisal, narkoba ini menyasar semua umur dan jenis kelamin, sebut saja di instansi pemerintahan Tapsel sudah berapa banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tertangkap dan tidak adanya perhatian pemerintah untuk melakukan rehabilitasi sehingga para pemakai terselamatkan.

“Sampai kini, instansi di Tapsel belum ada yang menyatakan sebagai Zona Anti Narkoba. Untuk itu, kedepan hal ini akan kita dorong agar pemerintah melek akan permasalahan ini,” cetusnya.

Pada tahun lalu, PANNA Tapsel melakukan kegiatan Dialog Interaktif terkait permasalahan narkoba yang dimana salah satu narasumbernya merupakan Bupati yang baru yakni H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pt, MM yang pada kesempatan tersebut sebagai Tokoh Pemuda Tapsel, dari kegiatan tersebut terlihat antusias dan kepedulian beliau (Dolly,- red) terkait permasalahan narkoba ini.

Paisal berharap rasa bangga ini tidak luntur nantinya, “PANNA Tapsel percaya bahwa kedepan wilayah Tapanuli Selatan akan kembali menjadi “Serambi Mekkah” yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera dibawah kepemimpinan Dolly Pasaribu dan Rasyid Dongoran, harapnya.

“Selamat datang pemimpin kami, Bupati Tapsel H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pt, MM dan Wakil Bupati Rasyid Assaf Dongoran, M.Si,” tutupnya.

(Saad Siregar)