ROKAN HILIR | ARUSMALAKA.COM

Sekolah Dasar Negeri SDN 026 diduga keluarkan siswa dari sekolah dimasa pandemi Covid-19 Ini, orang tua kesal sebut akan Pertanyakan Ke Dinas Pendidikan tingkat Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) .

Demikian dikatakan oleh orang tua siswa (wali murid) inisial, SN Kepada awak media Arusmalaka.com di salahsatu warung di Simpang Menggala Juntion Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. (Rohil) baru baru ini.

“Yang jelasnya kata SN, Permasalah ini akan di pertanyakan ke jenjang terkait yang lebih tinggi seperti UPTD Kecamatan Tanah Putih di Sedinginan atau Kadis Dikbud di Kabupaten Bagan Siapiapi,” terang SN ketika menjelaskan permasalahannya.

Menurut SN ayah dari Siswa ber inisial RP (12) Kelas V SD Negeri 026 Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih ini, dirinya sangat menyesalkan atas bicara kepalasekolah (Kepsek) dengan ucapan kami pikir sudah berhenti, dan dirinya beranggapan sudah dikeluarkan anaknya dari sekolah tersebut.

“Karena menurut hemat saya, bukan bahasa seorang majelis guru apalagi Sarjana mencetuskan sedemikian rupa, sedangkan aturannya ada sama dia untuk menyurati pihak wali murid kalapun ada permasalahan siswanya di sekolah,” ucap SN.

Yang ironisnya kata SN bukan hanya itu, anaknya juga tidak naik kelas. Padahal sebagai orang tua  dirinya ingin mengikuti program pemerintah wajib belajar 12 tahun.

Program Pemerintah wajib belajar 18 tahun itu sudah tinggal angan angan belaka, nah logikanya bagaimana tidak? Sedangkan Kepala Sekolah yang memberhentikan sekolah anak kami Ini? Dan kami berpikir bagaimana dengan masa depan anak kami ?,” tanyanya SN lagi.

Saat ditanya awak media, mungkin absensi anaknya apakah sering Alpa ? Dirinya membantah. “Saya tidak pernah menerima surat pemberitahuan untuk orang tua, yang disampaikan oleh pihak sekolah yang dia tahu dimasa pandemi Covid-19 ini kegiatan anak sekolah belajar dan mengajar diliburkan,” terang S N.

“Sejak Tahun Ajaran 2020 lalu, semenjak adanya pandemi Covid-19  semenjak itu kami tidak pernah menerima surat edaran maupun surat teguran dan surat pemberhentian dari pihak sekolah SD N 026 tersebut. Kami merasa aman aman saja tidak ada problem dengan anak kami di sekolah,” bantahnya.

“Ketika saya pertanyakan kepada pihak sekolah yakni Kepala sekolahnya, Tumadi Spd SD, dengan ringan mengatakan kami merasa sudah berhenti dari sekolah ini, makanya kami pun tidak lagi menyurati bapak (wali murid) kata Tumadi Spd SD dengan ringan,” imbuhnya SN menirukan.

Ditempat terpisah ketika awak media mempertanyakan kepada Saidin selaku oknum LSM. Komunitas pemburu korupsi (KPK)  Yang terdahulu sudah mencoba menjembatani dengan menelpon kepsek pada Sabtu (17/7/2021) sekira pukul 10.30 Wib mempertanyakan kepada kepsek, Tumadi Spd SD kenapa sampai sedemikian halnya sampai sampai mengeluarkan siswanya R P (12) kelas V SDN 026 dasarnya apa? 

Dengan terang Saidin kenapa harus di keluarkan?  Seraya kepsek Tumadi Spd SD mengatakan karena siswa terkait tidak sesuai karateria siswa lagi makanya pihak kami menganggap dirinya (siswa)  terkait itu sudah tidak sekolah lagi kata kepsek Tumadi Spd SD. Jelas Saidin menirukan lagi.

Saidin selaku Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Komunitas pemburu korupsi (KPK) mempertanyakan. “Setau saya apabila ada permasalahan anak didik di sekolah seharusnya ada pemberitahuan terhadap orang tua (wali murid) berupa surat, malah Kepsek Tumadi Spd SD mengatakan kami sibuk,” Terang Saidin menirukannya.

Terkait kenaikan kelas tidak ada solusi untuk menaikkan kelas karena sudah atas putusan rapat internal sekolah kata dia (kepsek) tanpa alasan yang pasti terang Saidin kepada awak media arusmalaka.com

Ketika awak media menghubungi Kepsek terkait Tumadi Spd SD melalui pesan WatsApp peribadinya, diduga pesan (WhatsApp red) tersebut sudah dibacanya namun tidak memberikan jawaban sampai berita ini di tayangkan.

(M. Harahap)