SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) resmi memperpanjang libur sekolah akibat wabah Covid-19 sampai tanggal 18 April 2020. Hal itu dipastikan setelah terbitnya Surat Edaran Bupati Sergai Nomor : 18.11/421/1852/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang perpanjangan libur sekolah dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di satuan pendidikan yang ditandatangani Bupati Sergai Ir. H. Soekirman.

Terbitnya Surat Edaran itu tentu saja mempengaruhi tahapan pelaksanaan pendidikan di tingkat satuan pendidikan khususnya pada aspek kenaikan kelas dan kelulusan bagi pelajar SD dan SMP tahun pelajaran 2019/2020.

Menjawab situasi itu, Dinas Pendidikan (Sergai) menerbitkan regulasi melalui Surat Edaran Nomor : 800/452/Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang kebijakan pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Kadisdik Sergai Drs. Joni Walker Manik, MM yang didampingi Sekretaris Disdik Batara Rival Harahap, M.Si, Kabid Pembinaan SD Sugianto, S.Pd., MM dan Sekretaris Dewan Pendidikan Sergai Abdul Firman, S.Pd., M.Si kepada arusmalaka.com di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2020) mengatakan, bahwa berdasarkan Surat Edaran Bupati Sergai terkait perpanjangan libur sekolah itu pihaknya segera merespon dan menyusun langkah-langkah teknis melalui Surat Edaran Disdik Sergai.

Dikatakan Joni, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020 untuk SMP/MTs dibatalkan/ditiadakan. Keikutsertaan UN tahun 2020 tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selanjutnya terang Joni, kelulusan SD/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai kelas 6 semester genap dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sedangkan kelulusan SMP/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor lima semester terakhir (kelas 7, 8, 9 semester gasal). Nilai rapor kelas 9 semester genap dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Sementara itu tambah Joni, penilaian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan peserta didik tidak boleh dilakukan. Penilaian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio, nilai rapor, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk assesmen jarak jauh lainnya.

“Selama masa perpanjangan libur sekolah, para pelajar tetap diarahkan untuk belajar di rumah melalui pembelajaran jarak jauh atau daring untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan,” papar Joni.

“Kami sudah menginformasikan ketentuan ini kepada seluruh Korwil dan Pengawas melalui rapat koordinasi secara online (teleconference) dengan menggunakan aplikasi ZOOM yang baru saja kami laksanakan untuk diteruskan kepada para Kepala Sekolah,” imbuh pria yang akrab disapa Bang JW itu.

(A-02)