SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Drs. Joni Walker Manik, MM beserta rombongan meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di Kecamatan Bandar Khalipah dalam rangka monitoring rencana regrouping (penggabungan sekolah), Kamis (25/6/2020).

Rombongan Kadisdik Drs Joni Walker Manik terdiri dari Sekretaris dan Anggota Dewan Pendidikan Sergai, Abdul Firman Kursin dan Murti Anugrah, Sekretaris Disdik Batara Rival Harahap, Kabid Pembinaan SD Sugianto, Kabid Pembinaan SMP Sujarwo, Kabid PTK Pujiono, Korwas Charles Pardosi, dan Korwil Julu Sirait.

Sekolah yang pertama dikunjungi yakni, SDN 102074, SDN 102086 dan SDN 102087 yang berada dalam satu lokasi di Dusun Sei Birung, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalipah.

Kadisdik dan rombongan disambut oleh Korwil Kecamatan Bandar Kahalipah Julu Sirait beserta para kepala sekolah dan guru di ketiga sekolah tersebut untuk selanjutnya melakukan pertemuan di SDN 102074. 

Dari pertemuan tersebut diketahui, jumlah siswa di SDN 102087 sebanyak 170 orang, sedangkan di SDN 102074, 85 orang dan di SDN 102086 hanya 29 orang. Berdasarkan jumlah siswa tersebut maka diputuskan, SDN 102086 dan SDN 102074 akan diregruoping.

Usai melakukan pertemuan di SDN Bandar Tengah, Kadisdik dan rombongan melanjutkan monitoring ke Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalipah untuk meninjau SDN 107459 di Dusun I Tapian Nauli yang memiliki jumlah siswa 48 orang dan SDN 106227 di Dusun Lumbajulu yang memiliki jumlah siswa sebanyak 76 orang. Lokasi kedua sekolah tersebut tidak terlalu berjauhan. 

Namun saat akan menuju Dusun Tapian Nauli tersebut, Kadisdik dan rombongan terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, berhubung ada perbaikan jembatan di lokasi menuju kedua dusun tersebut dan jalan yang akan dilalui juga merupakan jalan setapak, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Setelah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan para guru SDN 107459 dan SDN 106227, serta mendapat masukan-masukan, baik dari komite kedua sekolah maupun dari para tokoh masyarakat setempat, yang berharap kedua sekolah tersebut tidak diregrouping, maka Kadisdik memutuskan untuk menundanya. Namun dengan catatan, kepala sekolah dan para guru ke depannya diharapkan dapat meningkatkan jumlah siswa yang bersekolah di kedua sekolah tersebut.

“Keberadaan sekolah bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya anak Sergai. Untuk itu, setelah melalui pertimbangan atas dasar masukan-masukan, baik dari komite sekolah maupun tokoh masyarakat, maka regrouping kedua sekolah ini kita tunda. Namun, jika dalam setahun ini tidak ada peningkatan jumlah siswa, mau tidak mau kedua sekolah ini harus diregrouping,” tegas Joni Walker Manik.

(A-02)