TAPANULI SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Perpustakaan itu ada formal dan informal, kalau formal yang menyangkut sekolah berintegrasi secara paket dan bidang study disekolah, non formal itulah yang dibangun melalui diskripsi bupati yang menyangkut dengan cerdas, cerdas itu diukur bukan saja pembelajaran tetapi bagaimana prilaku pola hidup dan juga minat.

Demikian dikatakan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ongku Muda Atas Sormin, SE,MM, ketika menghadiri Musrenbang Kecamatan Marancar, Kamis (25/2/2021) lalu.

Dikatakannya, sesuai Undang Undang  43 tentang perpustakaan dan juga Permendagri 113 dan 114 dan dinyatakan juga dalam Undang Undang No. 6 tentang Desa dinyatakan di penjelasan 16, bahwa perpustakaan adalah skala prioritas dan sektor pendidikan non formal.

“Jadi bagi kawan kawan yang dari Bapeda, Kecamatan dan Panglima Desa dan Kelurahan silahkan mengusulkan ataupun memplot Program kegiatannya tidak melalui APBD boleh melalui dana Desa maupun alokasi dana Desa,” jelasnya.

“Kita bersyukur Bupati Tapsel saya dengar orang Marancar, mudah mudahan kedepan lebih sinergik lagi pembangunan itu. Termasuk bagaimana meyakinkan situasi pandemik Covid ini tidak menurun tingkat pemahaman ilmu pengetahuan masyarakat,” ucap Ongku.

Menurutnya, tentunya dengan adanya dana Desa dinyatakan dalam UU dan berharap di Apebedeskan ini sudah tertampung, apa lagi dengan honor petugas daripada petugas perpustakaan Tahun ini RP. 500.000. tapi dengan uang segitu tapi ada outcamnya apa outputnya apa yang dilakukan kepala Desa dan Lurah terkhusus Pimpinan Kecamatan ada Profil perpustakaan.

“Coba sesekali buat lapak kecil dipoken pasar sempurna  dan lapak  poken Arba datangkan anak anak ketempat tersebut, daripada mereka main game, dan main HP sehingga nanti ada pembodoh bodohan adanya nanti ketidak tauan anak anak nantinya malas berinterasi,” pungkasnya.

Ongku Muda Atas Sormin berkeyakinan di Marancar ini Panglima Desanya semuanya sudah mantap kuat kuat dan SDM nya mampu. Pada Tahun 2021 ini kita sudah ada program beberapa Desa dan Keluran di Tapsel yang akan diinputkan program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Jadi perpustakaan itu tidak hanya sarana dan prasarana membaca tapi nantinya bisa kegiatan PKK Desa, Kegiatan NNB dan Kegiatan Kelompok Tani. Dengan ketersedian anggaran dana Desa membeli koleksi koleksi buku dan meyakinkan kesejahteraan masyarakat dan juga meningkatkan Imtaq,” harap Ongku.

 (Saad Siregar)