PAKPAK BHARAT | ARUSMALAKA.COM

Pengerjaan peningkatan mutu dan kualitas jalan penghubung antara Desa Tinada menuju Desa Kuta Babo di Desa Prongil telah selesai dikerjakan. Membentang diantara hamparan sawah luas, diapit lembah subur dan aliran sungai, jalur ini berkelok dan membelah kawasan perkampungan di Desa prongil, menawarkan pesona keindahan dan panorama alam yang sungguh menawan.

Puji Tuhan pengerjaan peningkatan mutu dan kualitas jalan ini telah terselesaikan tepat waktu, Ucap Kepala Dinas PUTR Hub Kabupaten Pakpak Bharat, Maringan Bancin, ST, MT.

Terkait telah terealisasinya pembangunan ini, puluhan masyarakat Desa Prongil mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.

Pembangunan jalan ini sudah lama kami tunggu-tunggu, selama ini kondisi jalan yang hancur total sangat menyulitkan kami, jelas J Sinamo, salah seorang warga saat ditemui.

Sementara itu seorang warga yang lain, Elis Br Cibro menitipkan ucapan terimakasih langsung kepada Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor yang menurutnya banyak memikirkan masyarakat kecil seperti dirinya.

Tolong sampaikan salam kami, sampaikan terimakasih kami kepada Pak Tumanggor (Bupati-Red), dia banyak memikirkan kami masyarakat kecil ini, jalan ini terbangun bagus begini karena dia mendengarkan keluhan kami, dia pernah datang kesini waktu itu, dia berjanji akan membangun jalan ini, tolong sampaikan kalau kami rindu dia datang kesini lagi, ucap dia saat ditemui didepan rumahnya.

Jalan penghubung Tinada menuju Kuta Babo ini dianggap sangat vital mengingat posisinya yang sangat strategis karena menjadi penghubung antara Tinada-Prongil-Kuta Babo. Jalan ini juga menjadi jalan alternatif menuju Kota Salak dari berbagai wilayah.

Jalan juga menjadi akses utama menuju Objek Wisata Lae Mbilulu di Desa Prongil, Kecamatan Tinada. Objek wisata berupa air terjun kembar ini telah lama menjadi objek wisata andalan Kabupaten Pakpak Bharat dan telah dikenal hingga tingkat Nasional.

Diketahui bahwa ruas jalan yang juga adalah akses menuju Objek Wisata Lae Mbilulu ini mengalami kerusakan parah selama beberapa tahun belakangan. Pembangunan jalan ini sempat terkendala dalam beberapa tahun belakangan akibat adanya pandemi covid 19 yang menyebabkan berkurangnya Anggaran pemerintah pada sektor infrastruktur akibat adanya kebijakan refocusing anggaran guan mengatasi masalah covid 19 yang melanda seluruh Negeri.

(AM-01)