Sei Rampah,

Indonesia dan Thailand secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034 yang akan datang. Hal ini terungkap melalui siaran pers General Secretary ASEAN Football Federation (AFF) Dato Sri Azzudin bin Ahmad pada acara AF 12th Council Meeting Session di Nusa Dua, Bali beberapa waktu yang lalu.

Inisiatif Indonesia dan Thailand ini didukung penuh oleh seluruh anggota AFF. “Ini merupakan wujud kekeluargaan dan kebersamaan dalam ASEAN, dimana kami akan mendukung satu sama lain”, tegas Azzudin.

Pengamat kebijakan dari Network of Social Control (NSC) Sumatera Utara (Sumut) Syaifuddin, SE saat berbincang dengan awak media beberapa waktu yang lalu di Sei Rampah mengatakan, Indonesia layak menjadi tuan rumah hajatan sepakbola akbar se jagad itu. Dimana, Indonesia memiliki banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur piala dunia dan basis suporter fanatik yang jumlahnya sangat luar biasa.

“Banyaknya suporter fanatik itu jelas menguntungkan dari aspek bisnis”, urainya.

Untuk konteks lokal tambahnya, Sumut harus bisa mengambil dan memanfaatkan momentum bersejarah ini. “Jika hal ini terealisasi, maka Sumut adalah salah satu daerah yang paling memungkinkan untuk menggelar pertandingan jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia”, kata Syaifuddin.

Selain jaraknya relatif dekat dengan Thailand, Sumut juga memiliki lahan yang cukup luas dan masyarakat yang sangat antusias dengan sepakbola. “Provinsi berbilang kaum ini juga merupakan salah satu barometer pembinaan sepakbola di nusantara sejak zaman dahulu”, ungkapnya.

Momentum ini juga bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan gairah sepakbola di Sumut yang telah lama “mati suri”. Selain itu dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat Sumut, sebab penyelenggaraan piala dunia akan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat, tambah aktivis muda itu.

Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Sumut harus segera mengambil inisiatif untuk mempersiapkan diri dan memasukkan rencana ini ke dalam agenda daerah. “Salah satu langkah yang harus dipersiapkan adalah dengan menyediakan lahan untuk pembangunan infrastruktur stadion maupun infrastruktur pendukung lainnya. Sebab untuk hal yang satu ini, Sumut sudah sangat jauh tertinggal dibanding daerah lainnya seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta tentunya”, kata Syaifuddin mengakhiri.