SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Kasi PMD Kecamataan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berinisial JS mengeluarkan 8 orang Sekretaris Desa (Sekdes) dan 8 orang Bendahara Desa dari grup WhatsApp (WA) yang dikelolanya dan dia juga sebagai admin di grup WA tersebut.

Motif dikeluarkannya mereka dari grup WA itu diduga lantaran mengadakan aksi damai menuntut hak mereka yaitu pembayaran gaji selama 6 bulan yang tidak keluar yang sumber dananya dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Mhd. Bahrum Akbar Siregar, SH selaku Sekdes Pekan Tanjung Beringin pada awak media, Kamis (15/10/2020) menyebutkan bahwa dia bersama rekan-rekannya melakukan aksi dengan damai dan tidak anarkis.

Namun ia sangat heran kenapa ASN yang menjabat Kasi PMD Kecamataan Tanjung Beringin, JS telah mengeluarkan beberapa perangkat desa dari grup WA yang dikelolanya.

“Apakah negara ini negara preman dan tidak ber azaskan demokrasi? Disini kami memohon kepada pihak media betul-betul menyikapi aksi damai yang kami lakukan ini adalah menuntut hak kami yang selama 6 bulan kami bekerja tapi tidak menerima gaji sedangkan anak dan istri kami perlu makan,” kata Bahrum Akbar.

Bahrum Akbar berharap kepada Pjs Bupati Sergai agar menindak pegawai Camat Tanjung Beringin yang dinilai terlalu arogan dan premanisme.

“Kami sebagai perangkat desa sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan Kasi PMD Kecamatan Tanjung Beringin dengan mengeluarkan semua perangkat desa dari group (WA) kecamatan, Mohon ditindak pegawai yang arogan karena tindakan yang dilakukan Kasi PMD Kecamatan Tanjung Beringin bukan menyelesaikan masalah tapi bisa menambah masalah baru,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sementara Kasi PMD Kecamataan JS saat dikonfirmasi oleh para awak media melalui telepon tidak mengangkat. Sedangkan saat dikirimkan pesan melalui WA nya dia enggan menjawab.

(Dipa Syahbuana)