Oleh : Harmaini El-Harmawan Sitorus (Aktivis Sosial Sumut)

Tekad turut berkompetisi pada pilkada serentak 2020 sudah mulai tampak. Adinda Muhri Fauzi Hafiz siap fight di Kota Binjai, Bang Edy Ikhsan akan bertempur di Kota Medan, Tuan Syamsul Qodri sedang persiapan gerilya di Asahan, Ustaz Indra Porkas sedang menabuh genderang di Madina, Appara Suhari Hammad Pane dan Bung Agus Marwan sedang menggurita di Labuhan Batu, Ketua Deni Sartika semakin tampil maksimal di Simalungun, dan Abah Sulben Siagian tak ketinggalan, sedang membingkai simpatik di Kota Tanjungbalai. Banyak tokoh lain belum tersebutkan, yang juga wajah-wajah baru dalam dunia pilkada akan turut berkompetisi kali ini.

Mereka tokoh yang bukan aji mumpung. Mereka bukan titisan konglomerat yang mengandalkan kapital besar untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya. Rata-rata, mereka adalah organisatoris sejati, dengan pengalaman dan pendekatan yang beragam.

Mereka adalah deskripsi nyata, betapa pilkada 2020 mendatang akan penuh gairah dan punya warna tersendiri. Bagi mereka, menjadi petarung adalah hal yang biasa. Kalah dalam pertarungan adalah sesuatu yang sudah pasti. Namun, menang akan menjadi seni dan tantangan tersendiri yang harus mereka. Menang adalah keajaiban dari Sang Ilahi, jika saatnya tiba.

Semoga mereka, para petarung pilkada kabupaten/kota ini, mendapat kesempatan untuk lulus pada tahapan pencalonan, baik yang maju melalui jalur perseorangan maupun jalur partai politik.

(A-01).