NIAS SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) tahun 2018, yang ditangani Polres Nisel saat ini sedang dalam tahap penyidikan.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Nisel I. Ginting melalui Juru Periksa (Juper), F. Harefa, Jumat ?16/10/2020).

Dalam penjelasannya kepada beberapa wartawan di ruang Riksa Tipikor Reskrim Unit Tipikor Polres Nisel, F Harefa mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya sedang menunggu surat dari BPK RI, dalam hal ini Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) untuk menghitung kerugian negara yang sebenarnya.

Karena menurut hitungan Inspektorat Nisel jelas F Harefa, kerugian negara hanya Rp 1,6 milyar, sedangkan perhitungan kerugian negara Unit Tipikor Polres Nisel berbeda.

Menurutnya, ketika kasus dugaan korupsi PKKN dari BPK RI sudah ada, maka sudah bisa dipastikan siapa-siapa yang akan menjadi tersangka dalam penyalahgunaan uang negara di Dinkes Nisel tersebut.

“Ketika Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPK RI sudah ditangan kami, maka akan kami sampaikan kepada publik. Dugaan kerugian negara di Dinas Kesehatan Nias Selatan tahun 2018 dipastikan ada tersangkanya,” tandasnya.

(Afrianus Wau)