LABUHANBATU | ARUSMALAKA.COM

Dua pengedar ganja di Rantauprapat ditangkap personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu saat mempaketi daun ganja di rumah yang disewa mereka di Jalan Adam Malik, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (28/2/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Kedua tersangka yang ditangkap yaitu IPN alias Wanca (38), warga Dusun 1, Desa Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu dan RAS alias Irul (51), warga Lingkungan Titi Panjang, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan, kedua tersangka sudah menjadi target. Setelah seminggu penyelidikan dipimpin Kanit 1 Ipda Sarwedi Manurung bersama Tim dengan melakukan undercover buy, akhirnya berhasil menggrebek keduanya dirumah sewanya.

“Benar, semalam kedua pengedar ganja ditangkap setelah dilakukan penggrebekan dirumah sewanya,” katanya.

Dari penggeledahan badan dan ruangan, petugas menyita 6 bungkus kertas warna coklat berisikan narkotika jenis ganja seberat 68 gram netto, 1 plastik asoi warna boru berisikan ganja seberat 14,5 gram netto, 1 bungkus plastik tembus pandang berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,01 gram netto, 1 buah kaca pirek bekas bakar berisikan sabu-sabu 1,56 gram netto, 1 buah bong, 2 unit timbangan dan 1 unit Hp merk Samsung warna biru.

Adapun total daun ganja yang disita sebanyak 62,2 gram, kedua tersangka mendapatkannya dari teman tersangka Wanca yaitu seorang pria berinisial A dari Penyabungan, Mandailing Natal.

Kepada petugas Wanca mengaku sebelumnya membeli ganja sebanyak 10 kg, namun sudah habis diecer ke wilayah Padang Lawas Utara sebanyak 8 kg dan sisanya 2 kg diecer di Rantauprapat. Dari penjualan 1 kg ganja tersangka mendapat keuntungan Rp 2 juta, jadi dari hasil penjualan nya sebanyak 2 kg tersangka mendapat Rp 4 juta.

Kedua tersangka merupakan residivis bisnis haram Narkotika, tersangka Wanca sudah 2 kali berhadapan dengan hukum dalam perkara yang sama yaitu pada tahun 2010 menjalani hukuman 9 tahun dan tahun 2017 selama 4 tahun namun dijalani 2 tahun.

Sedangakan tersangka Irul juga 2 kali berhadapan dengan hukum, perkara kepemilikan daun ganja yaitu pada tahun 2010 di vonis 1 tahun 2 bulan dan tahun 2014 divonis 2 tahun dan dijalani 1 tahun 4 bulan.

Terhadap kedua tersangka dikenakan melanggar Pasal 114 Sub Pasal 111 dan Pasal 112 UU RI no.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(Marju)