Jakarta, arusmalakanews

Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) meminta Bareskrim Polri segera mengusut akun Twitter @zarazettira yang disebut menghina pesantren.

“Terlepas apakah pemilik akun Twitter @zarazettira ini kader Partai Demokrat atau bukan, PPP minta agar Direktorat Kejahatan Siber Bareskrim Polri mengusut akun ini”, kata Sekjen DPP PPP Arsul Sani kepada wartawan kemarin.

Sebagaimana pemberitaan media, akun Twitter @zarazettira sebelumnya menulis “Tradisi Pesantren jangan dibawa ke Kementrian, camkan!” yang dilihat pada Jumat (5/7) yang lalu. Kalimat itu tentu saja berkesan menghina pesantren. Dia awalnya me-retweet berita tentang skandal bertubi-tubi di Kementerian Agama.

Arsul menyebut akun @zarazettira kerap sekali menyinggung pihak lain. Bahkan Anggota Komisi II DPR-RI itu menilai banyak cuitan akun @zarazettira yang berbau penghinaan.

“Kalau diperiksa timeline-nya sebenarnya ada ‘benang merah’ dengan kebiasaan pemilik akun ini nge-tweet yang kontennya nyinyir, pelecehan, atau bahkan penghinaan terhadap beberapa pihak lain”, tambahnya.

Saat ini akun Twetter @zarazettira sudah tidak bisa diakses lagi. Namun tangkapan layar cuitan itu kadung viral hingga memunculkan tagar #ZarazettiraHinaPesantren di jagat media sosial.

Menanggapi itu pengasuh Pondok Pesantren Zakiyun Najah, Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara Ustadz Bambang Soemangun mengatakan bahwa cuitan akun Twitter @zarazettira itu sangat melecehkan dan melukai institusi pesantren.

“Sebelum bangsa ini merdeka, pesantren telah terlebih dahulu ada di republik ini. Mengajar dan mendidik santrinya agar pintar dan berakhlakul karimah. Bukan mengajarkan hal-hal yang tidak baik”, terangnya.

Dia sependapat agar pihak kepolisian segera mengusut permasalahan ini. Agar ada efek jera dan siapapun tidak boleh sembarangan menuliskan pendapatnya di muka umum. Sebab jika kasus ini tidak dituntaskan, dia khawatir akan menimbulkan kemarahan keluarga besar pesantren seluruh Indonesia.