ROKAN HILIR | ARUSMALAKA.COM

Jajaran Sat Res Narkoba Polres Rohil berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Jumat (2/10/2020) sekira pukul 08.30 WIB di Jalan Cinta Makmur Balam Km 39 Kepenghuluan Balai Jaya Kota Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Pelaku berinisial MR (23) asal Tanjung Morawa yang tinggal di Jalan Cinta Makmur Daerah Balam Km 39 Kepenghuluan Balai Jaya Kota Kecamatan Balai Jaya Rohil, tak berkutik saat ditangkap anggota Sat Res Narkoba.

Dia ditangkap beserta sejumlah barang bukti (BB) yakni, 1 kotak rokok merk Lucky Strike yang didalamnya terdapat 5 bungkus berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu seberat 5,14 gram serta 1 unit Handphone merk Nokia warna hitam yang digunakan pelaku MR untuk melakukan transaksi narkoba.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Rohil AKP Juliandi,SH, pada Senin (5/10/2020) menerangkan, bahwa pelaku MR ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan dari informasi masyarakat yang dapat dipercaya karena pelaku yang sering buat resah atas aksi pelaku MR yang menjual dan melakukan transaksi narkotika jenis sabu di rumahnya.

“Kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku MR,untuk memastikan kebenaran informasi tersebut Tim Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku MR di rumahnya dan langsung dilakukan penggeledahan badan pelaku MR saat itu juga di amankan 1 unit handphone milik pelaku dan diperoleh informasi bahwa pelaku MR menyembunyikan Narkotika jenis sabu yang akan di jual di rumahnya,” jelas AKP Juliandi.

“Saat dilakukan penggeledahan di TKP tepat ruang tamu ditemukan 1 kotak rokok milik tersangka lalu dibuka dihadapan tersangka MR didalamnya ada 5 bungkus berisi butiran kristal putih diduga narkotika jenis sabu,selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Rohil guna proses sidik lebih lanjut,” imbuhnya.

Masih kata AKP Juliandi, pelaku MR mengaku selain menjual juga menikmati sabu tersebut. Kemudian dilakukan tes urine terhadapnya dan pelaku dinyatakan positif Amphetamina dan Negatif Methampetamin.

“Pelaku MR di jerat Pasal 114 jo Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkas Juliandi.

(Marihot)