Sei Rampah, arusmalakanews

Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kab. Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan dilaksanakan secara serentak di 132 desa pada tanggal 30 Oktober 2019 yang akan datang.

Tahapan pedaftaran calon baru saja ditutup beberapa hari yang lalu oleh masing-masing Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di masing-masing desa yang melaksanakan Pilkades.

Hasil pantauan awak media arusmalakanews, di sebagian besar desa yang akan melaksanakan Pilkades itu, animo masyarakat cukup tinggi untuk mencalonkan diri sebagai peserta atau calon kepala desa.

Beberapa desa yang jumlah bakal calonnya banyak adalah Desa Pekan Tanjung Beringin Kec. Tanjung Beringin dengan 15 kandidat, Desa Manggadua Kec. Tanjung Beringin dengan 8 kandidat, Desa Tebing Tinggi Kec. Tanjung Beringin dengan 8 kandidat, dan Desa Pematang Cermai Kec. Tanjung Beringin dengan 7 kandidat.

Selanjutnya Desa Sukadamai Kec. Sei Bamban dengan 7 kandidat, Desa Paya Lombang Kec. Tebing Tinggi dengan 7 kandidat, Desa Firdaus dan Simpang Empat Kec. Sei Rampah masing-masing dengan 6 kandidat.

Direktur Network of Social Control (NSC) Syaifuddin, SE., Ak kepada awak media arusmalakanews melalui sambungan telepon, Senin petang (22/7/2019) di Sei Rampah mengungkapkan bahwa tingginya animo itu disebabkan oleh beberapa faktor.

“Ada beberapa faktor yang mendasari tingginya animo masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat di Pilkades serentak tahun ini,” katanya.

Menurut jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu, beberapa faktor penyebabnya adalah faktor sosio politik. Bahwa masyarakat kita sekarang ini sudah melek politik. Berbagai even elektoral adalah hak setiap masyarakat untuk ikut serta menjadi pesertanya.

Yang kedua katanya, faktor perspektif anggaran. Bahwa saat ini honor seorang kepala desa sudah jauh lebih memadai dibanding dengan waktu-waktu sebelumnya. Ditambah lagi besarnya anggaran dana desa tentu saja menjadi hal yang sangat ‘menggiurkan’.

Faktor berikutnya tambah Syaifuddin, adalah faktor proteksi. Dimana dari sekian banyak kepala desa di Kab. Sergai yang diduga terlibat permasalahan anggaran dana desa, tidak satu pun yang dieksekusi atau ditindak oleh aparat penegak hukum. Hal ini tentu saja memberikan rasa nyaman bagi para kepala desa itu dalam ‘menikmati’ kue-kue di desa.

Direktur NSC, Syaifuddin, SE., Ak

Sementara itu disisi yang lain menurutnya, bahwa tingginya animo itu bisa dipahami sebagai kemajuan demokrasi kita di level desa.

“Ini juga harus dipahami sebagai kemajuan demokrasi masyarakat kita di level desa,” tambahnya.

Namun Syaifuddin juga mengingatkan kepada pihak-pihak tertentu baik P2KD maupun Kepolisian agar dapat mengantisipasi praktik money politik pada Pilkades nanti.

“Saya kira Pilkades nanti rawan dengan praktik politik uang serta kerusuhan antar para pendukung, untuk itu saya ingatkan agar P2KD dan Polisi dapat mengantisipasinya”, tutupnya.