SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Selain mendukung tujuan pendidikan nasional, visi dan misi sekolah se Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dalam hal ini SD dan SMP sederajat, sebaiknya harus memiliki koneksitas dan keselarasan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sergai.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sergai, Abdul Firman SPd MSi saat pelaksanaan monitoring Belajar Dari Rumah (BDR) di SDN 106222 Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai, Kamis (25/2/2021).

Menurut dia, visi dan misi sekolah merupakan harapan, cita-cita, upaya serta tindakan yang akan dicapai oleh warga sekolah. Dalam konteks lain jelasnya, visi dan misi sekolah merupakan salah satu instrumen pembangunan manusia khususnya para pelajar.

Demikian halnya dengan Pemkab Sergai dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati lanjutnya, memiliki visi dan misi dalam menjalankan fungsinya sebagai pemerintah.

“Insya Allah Bupati dan Wakil Bupati kita, pak Darma Wijaya dan pak Adlin Tambunan besok (26/2/2021) akan dilantik, mereka mengusung visi Sergai Maju Terus (Mandiri, Sejahtera dan Religius), kami mendorong mulai sekarang seluruh sekolah di Sergai harus mendesain visi dan misinya agar selaras dengan visi Pemkab Sergai,” ujar Firman.

Disampaikan Firman, bahwa dari visi pasangan dengan inisial DAMBAAN itu, ada tiga poin besar yang harus menjadi perhatian bagi sekolah, yakni mandiri, sejahtera dan religius.

“Dalam konteks sederhana begini, pak Darma Wijaya dan pak Adlin Tambunan ingin mewujudkan Kabupaten Sergai sebagai kabupaten yang mandiri, sejahtera dan religius. Oleh karena itu, sekolah sebagai salah satu basis pembinaan pelajar, harus bisa mendukung visi itu,” jelasnya.

Selain itu kata Firman, koneksitas dan keselarasan antara visi dan misi sekolah dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Sergai juga akan menjadi daya dukung bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sergai.

“Tahun 2019 yang lalu, IPM Sergai 70,21, meski naik sebesar 0,52 dari tahun sebelumnya, namun angka ini masih dibawah IPM Sumut (71,74) pada tahun yang sama, dan IPM Nasional (71,94) pada tahun 2020. Oleh sebab itu, sekolah harus menyiapkan dirinya menjadi salah satu daya dukung peningkatan IPM pada kepemimpinan pak Darma Wijaya dan pak Adlin Tambunan,” tutur Firman.

IPM atau Human Development Index adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, pendidikan, dan sebagainya.

(A-02)