TAPANULI  SELATAN | ARUSMALAKA.COM

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Dolly Pasaribu, S.Pt, MM, menyebut, sebelum menjabat sebagai kepala daerah ia telah mencita-citakan visi dan misi dalam membangun Tapanuli Selatan adalah Tapsel yang maju berbasis Sumber daya Manusia Pembangun yang lebih sehat-cerdas dan sejahtera serta Sumber daya Alam yang produktif dan lestari. Manusia pembangun artinya Tapsel membutuhkan orang per-orang yang aktif dan terlibat dalam membangun Tapsel yang maju.

Dalam bayangan Bupati, masyarakat Tapsel yang maju artinya pemikiran masyarakat yang fokus pada solusi artinya masyarakat berdaya guna dalam berbagai sendi kehidupan termasuk sektor pertaniannya juga ikut maju.

Manusia-manusia pembangun tersebut juga ikut mendorong masyarakat Tapsel yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. Hal itu bisa terwujud dengan adanya dukungan sumber daya manusia (SDM) yang baik.

“Pertemuan kita kali ini khusus berdiskusi dalam mengambil langkah aksi dan tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Informasi yang kami terima bahwa sektor pertanian adalah salah satu pendukung utama peningkatan perekonomian nasional.

Dalam hal ini Tapsel yang mayoritas masyarakatnya adalah petani, artinya dengan mendorong SDM petani Tapsel dalam mengolah komoditi pertanian itu lebih baik, maka akan tercipta kesejahteraan yang lebih bagi masyarakat,” ungkap Bupati disela acara sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR) Tani dan Revitalisasi Data Kelompok Tani dan Kegiatan Forum Pertemuan Petani Kabupaten Tapsel di Istana Hasadaon, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel, Senin (6/9/2021).

Bupati mengatakan, guna meningkatkan hasil komoditi, para petani diajak untuk menggunakan sumber daya alam yang produktif dengan sebaik-baiknya, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Kami memahami, dengan adanya aturan pembatasan kegiatan saat ini, proses produksi hingga pemasaran banyak mengalami kendala. Untuk itu, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan harus bahu-membahu bersama petugas-petugas penyuluh dilapangan dengan para petani agar hasil produksi dan pemasaran komoditi tetap berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Guna menstimulus semangat para petani, saat ini pemerintah bekerjasama dengan pihak Perbankan tengah berupaya menghadirkan KUR Tani.

Dengan adanya dana yang dikucurkan dari KUR Tani ini, diharapkan dapat mengurangi beban para petani khususnya terkait permodalan. Secara bertahap, pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait KUR Tani tersebut. Nantinya, guna memperlancar pembayaran KUR Tani, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Tapsel, akan berupaya membantu dalam hal pemasaran, pembimbingan dan pengawasan.

“Sehingga, harga jual dari komoditi hasil bumi, sesuai dengan harga pasaran. Khusus untuk komoditi padi atau beras, jika harga di pasar menurun, maka pihaknya akan bekerjasama dengan Bulog untuk membeli beras dari para petani, supaya proses pembayaran cicilan KUR Tani itu bisa berjalan dengan lancar,” terang Bupati.

Dirinya mengaku beberapa waktu lalu bertemu dengan HKTI Sumatera Utara beserta Pemuda Tani Sumatera Utara. Mereka lah yang menjelaskan pada Bupati bahwa kegiatan ini dinilai cukup berhasil di kabupaten kota lain. Di Langkat kegiatan ini sudah berjalan 4 kali musim tanam. Dan tiap akhir musim tanam, menurut informasinya petani berhasil mengembalikan fasilitas pinjaman tersebut 100%. Sudah empat kali musim tanam, artinya keseluruhan petani yang mendapat fasilitas pinjaman itu mampu melunaskannya selama empat kali musim tanam tersebut.

Pemberian fasilitas pinjaman ini juga sudah diberikan pada 80 orang petani lebih di Mandailing Natal. Dan Dolly tetap berharap, prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan agar petani yang benar-benar layak yang bisa bekerjasama. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya penunggakan yang mengakibatkan petani tidak nyaman dalam berusaha.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Ir. Bismark Maratua Siregar, mengatakan, bahwa permasalahan petani saat ini, secara garis besar terletak pada teknologi pemasaran serta permodalan. Maka dari itu, dengan adanya kesempatan kucuran dana dari KUR Bank BNI, diharapkan para kelompok tani bisa memanfaatkan momen itu dengan sebaik-baiknya terkhusus untuk meningkatkan pembudidayaan padi sawah.

“Secara tidak langsung, kita berharap, dengan hadirnya KUR Tani, maka akan sejalan dengan peningkatan hasil produksi,” harap Bismark.

Usai acara, Bupati menyerahkan pupuk hayati cair secara simbolis kepada 4 kelompok tani perwakilan dari 4 kecamatan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang KUR oleh pimpinan PT Bank BNI Persero Cabang Padangsidimpuan, Zulkifli Effendi Nasution.

Tampak hadir, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Ahmad Raja Nasution, Kabag Ekonomi M Iqbal Hutasuhut, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution, Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan, Camat Batang Angkola Taufik R Lubis, Camat Angkola Muaratais AM Fadhil Harahap, Camat Sayurmatinggi Emmy Farida, Camat Tantom Angkola Indra Sakti Siregar, para kades dan para kelompok tani.

(Saad Siregar)