ROKAN HILIR | ARUSMALAKA.COM

Gunakan uang palsu saat beli premium, 2 warga Desa Siarang-arang Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau dilaporkan dan ditahan Polsek Pujud Polres Rohil, Senin (26/4/2021) malam kemarin.

Berselang satu setengah jam setelah pelaporan, Unit Reskrim Polsek Pujud kemudian melakukan penahanan 2 warga masing-masing berinisial P alias Lek No (56) warga Jalan SMAN 2 Desa Siarang-arang Kecamatan Pujud dan D alias Adi (40) warga Pemukiman desa yang sama.

Keduanya ditahan setelah berhasil dikejar oleh suami korban bernama Siti (59) tempat tersangka membeli premium di warungnya yang berada di Jalan Lintas Tanjung Medan RT 002 RW 005 Desa Tanjung Medan Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rohil lada Senin (26/4/2021) sekira pukul 20.30 WIB.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya penerimaan Laporan Polisi dan pengungkapan tindak pidana mengedarkan uang kertas rupiah palsu ini.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka perkara tindak pidana mengedarkan uang kertas rupiah palsu oleh personel Polsek Pujud. Unit Reskrim Polsek Pujud kemudian melakukan penggeledahan ke rumah tersangka ditemukan barang bukti berupa 1 unit printer merk PIXMA MP 287, 1 buah penggaris besi, 1 buah gunting warna hitam, 1 kertas F4 10 lembar yang sudah di potong, 1 buah pisau cutter. selanjutnya ke 2 tersangka dan Barang Bukti tersebut dibawa ke Polsek Pujud guna proses lebih lanjut,” terang Juliandi.

Dikatakannya, bahwa kronologis kejadian saat korban sedang menjaga warungnya, datang 2 orang laki-laki untuk membeli minyak bensin sebanyak 2 liter dibayar oleh D dengan memberikan uang sebesar Rp 50.000,- kepada korban.

“Saudari Siti memberikan kembalian sebesar Rp 30.000,- kemudian saudara P dan saudara D pergi. Tidak berapa lama datang saksi Heri dan saksi Ririn sambil bertanya “ngapain tadi orang itu kesini ” dijawab korban “beli minyak” selanjutnya saudara Heri bertanya “berapa uangnya” dijawab korban “50 ribu”, saudara Heri berkata “coba lihat dulu uangnya”, kemudian korban melihat uang pecahan Rp 50.000,- milik saudara P dan saudara D dan korban berkata “uang palsu rupanya”, beber Juliandi.

Mendengar hal itu lanjut Juliandi, suami korban mengejar P dan D. Kemudian kedua pelaku dilaporkan ke Polsek Pujud.

(Honis Antoni)