SERDANG BEDAGAI | ARUSMALAKA.COM

Al-Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diinformasikan dalam waktu dekat akan melaksanakan musyawarah daerah (Musda) dengan salah satu agendanya memilih ketua Pimpinan Daerah (PD) untuk satu periode ke depan.

Sejumlah harapan muncul dari para kader dan warga Al-Washliyah Sergai agar ormas Islam terbesar ketiga di Indonesia itu bisa bangkit dan memberikan kiprah nyata di bumi Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Tokoh muda Sergai dan alumni Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Abdul Firman Kursin, usai coffee morning dengan beberapa kader muda Al-Washliyah Sergai, Sabtu (14/11/2020) pagi di bilangan kota Sei Rampah berpendapat, bahwa pelaksanaan Musda Al-Washliyah Sergai sebaiknya dijadikan momentum evaluasi organisasi secara menyeluruh.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh itu dibutuhkan mengingat perjalanan dan sepak terjang organisasi selama ini dinilai masih jauh dari khittah perjuangan, ekspektasi dan harapan sebagaimana mestinya.

Hal yang demikian itu sangat disayangkan oleh Firman. Padahal katanya, Al-Washliyah Sergai diberkahi potensi yang sangat luar biasa. Dari mulai SDM hingga aset yang tersebar di seluruh wilayah Sergai.

Oleh karena itu lanjutnya, kepengurusan Al-Washliyah Sergai ini harus dibenahi dengan sangat serius. Momentum Musda Al-Washliyah Sergai diharapkan menjadi titik balik untuk mengembalikan organisasi kepada khittahnya.

Untuk mencapai itu jelas Firman, salah satu misi Musda yang harus dilaksanakan adalah mengisi kepengurusan PD Al-Washliyah Sergai dengan kader-kader yang memiliki kecakapan, keseriusan, dedikasi dan tanggung jawab dalam mengurus organisasi.

“Al-Washliyah Sergai harus diinstal ulang dengan mengganti file lama dengan file-file baru agar sistem bisa beroperasi kembali secara normal,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Sergai itu.

Firman berharap ada evaluasi besar terhadap kepengurusan PD Al-Washliyah Sergai saat ini. Menurut dia, kepengurusan saat ini ibarat pepatah Arab “Wujuduhu ka’adamihi” alias antara ada dan tiada.

“Wujuduhu ka’adamihi, miskin ide, kurang inovatif, dan tak memiliki program organisasi yang jelas, itulah gambaran kepengurusan PD Al-Washliyah Sergai saat ini,” kata mantan Ketua HIMMAH Komisariat UMN Medan itu.

“Selama ini tak pernah awak dengar Al-Washliyah Sergai bikin kegiatan. Untuk sekedar mengantar surat pun tak tau kita kemana dialamatkan,” lirihnya.

Selain itu tambahnya, semangat luar biasa yang saat ini ditunjukkan oleh pimpinan PW Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diyakini tidak akan bisa diikuti oleh PD Al-Washliyah Sergai jika kepengurusan saat ini tidak dievaluasi.

(A-02)